China Terdepan Dalam Temukan Vaksin Corona, Ini Buktinya!

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
16 April 2020 12:11
FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)
Jakarta, CNBC Indonesia - World Health Organization (WHO) menyebut dunia sedang mengembangkan 70 vaksin virus corona Covid-19. Tiga diantaranya sudah diujicobakan ke manusia. Perusahaan China yang paling maju pengembangannya.

Vaksin corona dari China ini dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Chen Wei dari Institut Kedokteran Militer di bawah Akademi Ilmu Militer Tentara Pembebasan Rakyat.


Vaksin bernama vektor adenovirus ini telah menjalani fase pertama uji klinis yang selesai pada akhir Maret, dan fase kedua dimulai pada 12 April. Ini merupakan vaksin COVID-19 pertama di dunia yang telah memasuki fase kedua uji klinis, dilansir dari The Economic Times, (16/4/2020).


Pada hari Minggu, tepatnya 12 April lalu, vaksin yang dikembangkan oleh Institut Bioteknologi dari Akademi Ilmu Kedokteran Militer China ini, memasuki Fase kedua dari uji klinis manusia dengan 500 peserta sukarelawan. 

Salah satu relawan tertua adalah warga Wuhan berusia 84 tahun, Xiong Zhengxing, yang menyelesaikan vaksinasi pada Senin pagi. Vaksin ini dikembangkan dengan metode rekayasa genetika dan digunakan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus corona baru.

Fase pertama uji klinis vaksin berfokus pada keamanannya, sedangkan fase kedua lebih menekankan kemanjurannya. Berbeda dengan fase pertama, fase kedua merekrut lebih banyak peserta dan memperkenalkan kelompok kontrol plasebo.

Dua vaksin yang dikembangkan ke manusia adalah perusahaan milik AS, Moderna dan Inovio Pharmaceuticals. Moderna sendiri melakukan uji coba vaksin ke tubuh manusia pada bulan lalu. Moderna bekerja sama dengan National Institute of Health AS untuk mengembangkan vaksin yang memiliki kode nama mRNA-1273. Vaksi ini sudah masuk dalam tahap uji klinis.

Moderna menerima persetujuan regulator untuk bergerak cepat ke uji coba manusia pada Maret, melewatkan tahun percobaan hewan yang merupakan norma dalam mengembangkan vaksin.

Pada awal April ini, Inovio Pharmaceuticals, perusahaan asal AS yang disokong oleh Bill Gates, memulai tes vaksin kepada manusia di Philadephia dan Kansas City. Nama kode vaksin ini INO-4800. Perusahaan ini juga berencana melakukan riset bersama dengan peneliti China mengenai vaksin corona ini.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Kabar Baik! WHO Sebut 70 Vaksin Corona Sedang Dikembangkan


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading