Banking View

Kolam Besar Bank Digital RI Menunggu Digarap

Tech - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
21 July 2020 13:28
Ilustrasi Digital Banking (jcomp / Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Deru revolusi industri 4.0 tak hanya menerpa sektor riil, tapi juga sektor keuangan dengan maraknya layanan berbasis teknologi digital. Di negara kepulauan seperti Indonesia, digital banking bisa menjadi solusi mempercepat inklusi keuangan.

Prospek industri keuangan di era digital ini terlihat dari proyeksi Global Market Insight (GMI) pada awal tahun lalu yang memperkirakan pasar perbankan digital global bakal mencapai US$ 9 triliun (Rp 130 kuadriliun) pada 2024, melesat 28,6% dari US$ 7 triliun pada 2017.

Inilah yang membuat industri perbankan dunia kian banyak melirik digital banking lima tahun terakhir. Dalam lima tahun terakhir sejak 2013, pasar keuangan digital banyak digarap oleh lembaga financial technology (fintech) dengan dukungan pemodal ventura (venture capital).


GMI melaporkan nilai investasi fintech pada 2017 telah mencapai US$16,5 miliar dengan menguasai 87% pangsa pasar keuangan digital. Bank, di sisi lain, baru menggarap 13% dari sisa pangsa pasar tersebut.

Berdasarkan riset Google, Temasek, dan Bain & Company 2019 (dalam e-Conomy SEA 2019), hanya 25% dari 400 juta penduduk dewasa di Asia Tenggara, atau sebanyak 100 juta orang, sudah mendapat layanan perbankan penuh (banked).

Sebanyak 25% sisanya telah memiliki rekening bank, tapi belum mendapat akses layanan finansial (underbanked). Sisanya sebesar 50% belum tersentuh layanan finansial atau perbankan sama sekali (unbanked).

Digital BankingSumber foto file 'digibank 1' dari OJK

Inilah yang tengah coba diatasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan program inklusi keuangan atau laku pandai, mengingat masih tingginya masyarakat yang belum menikmati akses layanan perbankan karena berbagai kendala, salah satunya geografis.

Masih menurut e-Conomy SEA 2019, Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk unbanked terbesar di ASEAN yaitu sebanyak 92 juta jiwa. Ini membuka peluang bagi bank, yang memiliki keunggulan dari sisi modal dan jaringan pasar, untuk membangun bank-bank digital.

Keberadaan bank digital terutama mengikis problem seputar struktur geografis yang mempersulit bank membangun kantor cabang di Nusantara yang terdiri dari 17.000 pulau. Dengan bank digital, kendala tersebut bakal teratasi mengingat kuatnya penetrasi internet.

Mengutip Kementerian Komunikasi dan Informatika, jaringan internet 4G telah melayani 82% wilayah Indonesia. Dengan kian terjangkaunya ponsel pintar, masyarakat di seluruh pelosok negeri pun berpeluang besar mengakses layanan digital dari perbankan.

‘Digitalisasi Layanan Bank’ Bukanlah ‘Bank Digital’
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading