Corona Makin Menggila, Apa Kabar Update Vaksin Covid-19?

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
13 July 2020 10:30
Infografis/Mengenal  2 Kandidat Terkuat Vaksin Covid-19 Menurut WHO/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - World Health Organization (WHO) mengatakan virus corona belum bisa terkendali di sebagian besar dunia. Lantas, apa kabar update vaksin Covid-19?

Pernyataan corona belum terkendali disampaikan Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pembukaan pengarahan misi-misi negara anggota di Jenewa, Kamis (9/7/2020).

"Virus ini (sebenarnya) dapat dikendalikan ... Tetapi di sebagian besar dunia, virus tidak terkendali; semakin buruk," ujarnya seperti dikutip dari CNBC International, Senin (13/7/2020).


Mengutip data Worldometers, jumlah kasus corona di dunia memang terus meningkat dan belum terlihat tanda-tanda perlambatan. Per Senin (13/7/2020) pukul 07:30 WIB, sudah ada 13.027.830 orang terinfeksi virus corona.

Dari total kasus, 571.076 orang di antaranya meninggal dunia dan 7.575.516 sembuh. Sementara itu total kasus aktif saat ini ada sebanyak 4.881.238, dengan perincian 4.822.313 (99%) orang sakit dalam kondisi ringan dan 58.925 (1%) dalam kondisi serius atau kritis.

Menurut FX Street, peningkatan kasus terbesar berasal dari Amerika Serikat (AS), Brasil, India, dan Afrika Selatan. Sebelumnya pada 10 Juli, jumlah kasus harian baru juga telah mencetak rekor, yaitu ada sebanyak 228.102 kasus tambahan di hari itu, menurut WHO.

Infografis/Mengenal 2 Kandidat Terkuat Vaksin Covid-19 Menurut WHO/Aristya RahadianFoto: Infografis/Mengenal 2 Kandidat Terkuat Vaksin Covid-19 Menurut WHO/Aristya Rahadian

"Kematian tetap stabil sekitar 5.000 sehari." menurut lembaga yang berbasis di Jenewa, Swiss tersebut.

Satu-satunya cara menghadapi virus corona adalah menemukan vaksin Covid-19. Namun hingga kini vaksin masih dalam tahap pengembangan dan diperkirakan akan ditemukan pada akhir atau awal tahun 2021.

Menurut data WHO ada 160 vaksin yang sedang dikembangkan. Sebanyak 21 kandidat vaksin sudah memasuki uji klinis atau dicobakan ke manusia. Sebelumnya, WHO menyebut vaksin buatan AstraZaneca dan Moderna yang paling berpotensi menjadi vaksin Covid-19 pertama.

Berikut daftar kandidat vaksin Covid-19 menurut data WHO:

1.  of Oxford/AstraZeneca, Inggris, Fase 3

2. CanSino Biological Inc./Beijing Institute of Biotechnology, China, Fase 2

3. Moderna/NIAID, Amerika Serikat, Fase 2
4. Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm, China, Fase 1/2
5. Beijing Institute of Biological Products/Sinopharm, China, Fase 1/2
6. Sinovac, China, Fase 1/2
7. Novavax, Amerika Serikat, Fase 1/2
8. BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer, Jerman, Fase 1/2
9. Institute of Medical Biology, Chinese Academy of Medical Sciences, China, Fase 1
10. Inovio Pharmaceuticals, Amerika Serikat, Fase 1
11. Genexine Consortium, Korea Selatan, Fase 1
12. Gamaleya Research Institute, Amerika Seritkat, Fase 1
13. Clover Biopharmaceuticals Inc./GSK/Dynavax, China, Fase 1
14. Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical/Institute of Microbiology Chinese Academy of Sciences, China, Fase 1
15. Imperial College London, Inggris, Fase 1
16. Curevac, Jerman, Fase 1
17. Osaka University/AnGes/Takara Bio, Fase 1
18. Vaxine Pty. Ltd/Medytox, Fase 1
19. People Liberations Army (PLA) Academy of Militery Sciences/Walvax Biotech, Fase I
20. Medicago Inc/ Universite Laval, Fase 1
21. Beijing Institute of Biological Products/Sinopharm, China, Fase 1/2


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading