Sikap WHO Vaksin Covid-19 Pertama dengan Kedua Beda Merek

Tech - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
09 April 2021 20:31
WHO

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)pada hari Jumat (9/4/2021) menegaskan bahwa "tidak ada data yang memadai" tentang saran mengenai suntikan kedua vaksin Covid-19 menggunakan vaksin yang berbeda dengan suntikan pertama untuk membuat kekebalan kawanan.

Dilansir AFP, WHO telah menyerukan lebih lanjut mengenai studi tentang apa yang disebut pencampuran dan pencocokan antara vaksin. Namun sejauh ini mereka mengatakan tidak ada data komprehensif yang dapat dijadikan rekomendasi.

"Tidak ada data yang memadai untuk mengatakan apakah ini sesuatu yang bisa dilakukan," katanya.


"Jadi mereka merekomendasikan bahwa pada tahap ini, pertukaran vaksin bukanlah sesuatu yang bisa kami berikan rekomendasi."

"Tapi mereka memang membuat rekomendasi penelitian agar ini dipelajari, sehingga kami bisa memahami apakah itu strategi yang bisa digunakan atau tidak."

Sebelumnya ilmuwan Prancis menyatakan penerima dosis pertama vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca yang berusia di bawah 55 tahun harus mendapatkan suntikan kedua dengan vaksin messenger-RNA (mRNA) gaya baru.

Langkah ini diambil setelah ditemukan beberapa kasus penerima vaksin asal Inggris itu yang mengalami kasus penggumpalan darah. Bahkan Otoritas Obat-obatan Prancis atau HAS mengatakan hanya orang yang berusia 55 ke atas yang boleh menerima vaksin AstraZeneca.

Vaksin mRNA diketahui mendorong tubuh manusia untuk membuat protein yang meniru bagian dari virus, memicu respons kekebalan. Sementara vaksin vektor virus seperti AstraZeneca menggunakan virus flu biasa untuk membawa instruksi DNA untuk melakukan hal yang sama.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading