Netizen Heboh, Jepang Ingin Prioritaskan Vaksin untuk Atlet

Tech - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
09 April 2021 12:15
INFOGRAFIS, Awas Mutasi

Jakarta, CNBC Indonesia - Jepang sedang memikirkan untuk memprioritaskan vaksin Covid-19 bagi para atletnya yang berjuang di ajang Olimpiade dan Paralimpiade. Hal ini dilaporkan oleh media Kyodo Kamis, (8/4).

Lantaran pemberitaan itu tentunya mengundang amarah publik di media sosial. Itu karena upaya vaksinasi Jepang jauh di belakang sebagian besar negara maju.

Diketahui, sejauh ini hanya vaksin Pfizer yang disetujui dan hanya 1 juta orang yang menerima dosis pertama sejak Februari dari populasi Jepang yang berjumlah 126 juta.


Sementara, vaksinasi untuk lansia baru akan dimulai minggu depan. Tindakan ini juga menyusul karena adanya lonjakan kasus baru menjelang Olimpiade yang akan dimulai pada bulan Juli mendatang.

Menurut pejabat pemerintah yang dikutip oleh Kyodo, Jepang telah mulai mencari kemungkinan untuk memastikan semua atlet Olimpiade dan Paralimpiade mendapatkan vaksinasi pada akhir Juni.

Kabar tersebut memicu kemarahan pada media sosial, dengan banyak komentar yang kurang enak. "Berikan dulu ke ibuku," tulis seorang pengguna Twitter.

"Atlet semuanya muda dan sehat," tulis lainnya.

Tercatat bahwa rencana awal pemerintah adalah vaksinasi yang memprioritaskan pekerja medis, orang tua dan mereka yang memiliki penyakit kronis, sementara warga biasa tidak akan menerima vaksin sebelum musim panas.

"Ini sangat aneh. Mengingat kami tidak tahu apakah semua lansia akan menerima vaksin mereka pada pertengahan Juni, Anda akan memastikan semua atlet mendapatkan vaksin?" tulis Aoiumi2.

Sementara pemerintah mengatakan akan melanjutkan Olimpiade sesuai rencana mulai 23 Juli, namun sebagian besar orang Jepang ingin Olimpiade dibatalkan atau ditunda lagi.

Sejumlah acara uji coba untuk beberapa olahraga baru-baru ini dibatalkan atau ditunda karena kekhawatiran tentang pandemi. Eksekutif bisnis terkemuka Hiroshi Mikitani menulis di Twitter bahwa menyelenggarakan Olimpiade itu berisiko.

"Sejujurnya, saya merasa Olimpiade musim panas ini terlalu berisiko. Saya menentang mereka," tulis Mikitani, CEO grup e-commerce Jepang Rakuten Inc.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading