Jokowi Serukan Tolak Nasionalisme Vaksin di KTT D-8

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
09 April 2021 09:15
Presiden Joko Widodo Saat Pembukaan Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Nasional Alim Ulama PKB, 8 April 2021 (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Joko Widodo Saat Pembukaan Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Nasional Alim Ulama PKB, 8 April 2021 (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) secara virtual dari kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

KTT D-8 merupakan pertemuan tiga tahunan para kepala negara atau kepala pemerintahan negara-negara anggotanya. KTT ini dihadiri oleh Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Pakistan, Turki, dan Nigeria.

"Bapak Presiden berharap D-8 dapat menjadi bagian penting agar dunia segera keluar dari pandemi dan dunia dapat pulih kembali," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menyampaikan pesan Jokowi dalam KTT, dikutip Jumat (9/4/2021).


Dalam pertemuan ini, Indonesia meminta D-8 mendorong akses adil terhadap ketersediaan dan keterjangkauan vaksin yang merupakan kunci dari keluar dari pandemi.

"Presiden mengajak pimpinan negara D-8 menolak nasionalisme vaksin dan mendukung vaksin multilateral," katanya.

Jokowi menegaskan bahwa vaksin Covid-19 adalah barang publik global. Maka dari itu, dunia perlu bersatu untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin untuk semua," katanya.

"Artinya, dunia harus menggandakan kapasitas produksi dan ini berarti tidak boleh ada restriksi terhadap produksi dan distribusi vaksin," jelasya.

Jokowi menilai, D-8 dapat berperan dalam menawarkan kapasitas produksi yang dimilikinya untuk meningkatkan produksi mendorong akses yang sama terhadap vaksin dan mendorong transfer teknologi.

"Beberapa dari negara D-8 termasuk Indonesia saat ini tengah mengembangkan produksi vaksin mandiri atau vaksin merah putih. Untuk itu, D-8 harus membuka kerjasama pengembangan dan produksi vaksin ke depan," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading