Internasional

Doakan Ya, Ini Update Uji Coba Vaksin Corona China ke Manusia

Tech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
12 July 2020 11:25
Infografis: 4 Negara Pesan Vaksin Covid-19, Rogoh Berapa Triliun?

Jakarta, CNBC Indonesia - CanSino Biologics, perusahaan China yang mengembangkan vaksin COVID-19, sedang dalam pembicaraan dengan berbagai negara soal rencana untuk meluncurkan uji coba fase III dari vaksin eksperimentalnya.

Beberapa negara yang sedang terlibat diskusi dengan perusahaan di antaranya adalah Rusia, Brasil, Chile dan Arab Saudi. Uji coba di luar negeri dilakukan karena keberhasilan China dalam menurunkan infeksi COVID-19 telah mempersulit pelaksanaan uji coba vaksin berskala besar.


"Kami sedang menghubungi Rusia, Brasil, Chile dan Arab Saudi (untuk uji coba Fase III), dan masih dalam diskusi," kata Qiu Dongxu, direktur eksekutif dan salah satu pendiri CanSino, pada konferensi pengembangan obat anti-virus di Suzhou, di China timur.

"Uji coba Fase III kemungkinan akan dimulai segera, dan perusahaan berencana untuk merekrut 40.000 peserta untuk pengujian." jelasnya, sebagaimana dilaporkan CNBC International, Minggu.

Lebih lanjut, Qiu mengatakan uji coba Fase II yang melibatkan 508 orang telah membuahkan hasil yang jauh lebih baik daripada Fase I dalam hal keamanan dan kemampuan untuk memicu respons kekebalan. Namun, dia tidak mengungkapkan bukti spesifik.

Vaksin COVID-19 buatan perusahaan yang disebut Ad5-nCov merupakan yang pertama di China yang diujicobakan ke manusia pada bulan Maret. Namun, belakangan perusahaan tertinggal dalam hal kemajuan percobaan.

Qiu juga mengatakan bahwa pabrik baru mereka yang sedang dibangun di China akan memungkinkan perusahaan untuk memproduksi 100-200 juta dosis vaksin virus corona per tahun pada awal 2021.



Di sisi lain, perusahaan farmasi India Biocon Ltd juga terus membuat kemajuan dalam pengembangan obat bagi pasien COVID-19. Perusahaan itu telah menerima persetujuan regulator atas penggunaan obatnya yang disebut Itolizumab untuk pasien yang terinfeksi virus corona yang menderita gangguan pernapasan sedang hingga berat.

Sebelumnya obat itu juga telah mendapatkan izin penggunaan di India dari lembaga Pengendali Obat Umum India (DCGI), kata perusahaan dalam sebuah pernyataan, Sabtu.

"Percobaan kontrol acak menunjukkan bahwa semua pasien yang diobati dengan Itolizumab merespons positif dan pulih," kata Kiran Mazumdar-Shaw, ketua eksekutif perusahaan.

"Kelompok kontrol yang tidak menerima Itolizumab sayangnya mengalami kematian," katanya.

Kemajuan-kemajuan yang dibuat perusahaan-perusahaan itu terjadi di saat kasus virus corona terus naik tajam setiap harinya. Di mana per Minggu ini sudah ada 12.842.036 kasus corona di seluruh dunia, dengan 567.649 kematian dan 7.478.194 sembuh, menurut Worldometers.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading