India Blokir TikTok & WeChat Cs, China Siap Membalas?

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
06 July 2020 12:49
In this Oct. 16, 2016, file photo, Indian Prime Minister Narendra Modi, front and Chinese President Xi Jinping shake hands with leaders at the BRICS summit in Goa, India. Modi made an unannounced visit Friday, July 3, 2020, to a military base in remote Ladakh region bordering China where the soldiers of the two countries have been facing off for nearly two months. Modi’s visit comes in the backdrop of massive Indian army build-up in Ladakh region following hand-to-hand combat between Indian and Chinese soldiers on June 15 that left 20 Indian soldiers dead and dozens injured, the worst military confrontation in over four decades between the Asian giants. (AP Photo/Manish Swarup, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - China mempertanyakan keputusan India yang memblokir 59 aplikasi populer asal China termasuk TikTok dan WeChat di tengah memanasnya hubungan diplomasi kedua negara karena masalah perbatasan di Himalaya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan pemerintah China "sangat prihatin" ataas pemblokiran tersebut. Saat ini otoritas yang berwenang masih "memeriksa informasi tentang situasi tersebut." Ia juga mengingatkan akan tanggung jawab India untuk "menegakkan hak sah para investor international."

Pekan lalu, India mengumumkan pemblokiran 59 aplikasi China termasuk TikTok, Weibo, dan WeChat dengan alasan kedaulatan dan integritas, pertahanan, keamanan negara dan ketertiban umum.


Dalam pernyataan resminya, pemerintah India menerima banyak keluhan penyalahgunaan dan transmisi data pengguna oleh beberapa aplikasi seluler yang memiliki server di luar negeri.

"Kompilasi data-data, penambangan dan pembuatan profil oleh elemen-elemen yang memusuhi keamanan dan pertahanan nasional ... adalah masalah yang sangat mendalam dan mendesak untuk diambilkan tindakan darurat," tulis India, seperti dikutip dari CNN International, Senin (6/7/2020).

Hubungan China dan India kembali memanas setelah terjadi pertempuran tanpa senjata di mana dikabarkan 20 tentara India meninggal dunia karena serangan tentara China di perbatasan Himalaya.

Menurut World Bank, India mengimpor barang cukup banyak dari China, nilainya US$90 miliar lebih pada 2018. Barang yang diimpor termasuk mesin dan elektronik, bahan kimia dan barang-barang konsumer. Sekarang, percekcokan berada di ranah teknologi, mengancam investasi bernilai miliaran dolar raksasa teknologi Cina di India.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading