Benarkah Insentif Kartu Prakerja Belum Cair? Simak Nih!

Tech - Rahajeng Kusumo, CNBC Indonesia
30 June 2020 19:02
Infografis: Ini Deretan Kursus Online Paling Diminati di Kartu Prakerja Foto: Infografis/Ini Deretan Kursus Online Paling Diminati di Kartu Prakerja/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja menjawab keresahan sejumlah peserta yang menyatakan belum mendapat pencairan dana insentif Kartu Prakerja.

"Pembayaran insentif bagi peserta gelombang 1-3 yang telah menuntaskan pelatihan dan rekening Bank/ akun e-walletnya telah sukses diverifikasi sudah dimulai kembali sejak Jumat 26 Juni secara bertahap," ujar Direktur Komunikasi Manajamen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky kepada CNBC Indonesia, Senin (30/6/2020).

Panji Winanteya mengakui pembayaran insentif ini sempat tertunda karena Komite Cipta Kerja sedang melakukan evaluasi program secara menyeluruh dari awal Juni.


"Untuk mendapatkan insentif, Peserta Kartu Prakerja perlu memastikan pelatihan telah dituntaskan, memberikan rating dan ulasan terhadap pelatihan yg diikuti dan mentautkan rekening bank/akun e-wallet yang terverifikasi," ujarnya.

Sebelumnya, beberapa peserta Kartu Prakerja mengeluhkan belum cairnya insentif Kartu Prakerja di kolom komentar CNBC Indonesia. Kebanyakan keluhan yang muncul insentif belum cair.

Peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan manfaat Rp 3,55 juta. Komposisinya, Rp 1 juta dalam bentuk voucher untuk membeli paket pelatihan. Selanjutnya insentif masing-masing Rp 600 ribu selama 4 bulan dan dana masing-masing Rp 50 ribu untuk tiga kali survey.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan pencairan insentif bagi peserta gelombang dua dan bulan kedua diproses sejak pekan lalu.

"Bagi peserta yang belum menerima [insentif] Rp 600 ribu gelombang kedua atau bulan kedua, ini baru diputuskan dalam rapat, bawah untuk minggu ini akan di-disburse (dibayarkan)," ujar Denni dalam acara Mata Najwa yang ditayangkan Trans7 pada Rabu (24/6/2020), dan dikutip CNBC Indonesia, Senin (29/6/2020).

Sampai saat ini, sudah dilaksanakan tiga gelombang program Kartu Prakerja dengan jumlah pendaftar mencapai 11,2 juta dari 513 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, dan sudah terpilih sebanyak 680.918 peserta.

Kartu Prakerja menjanjikan Rp 3,55 juta kepada setiap pesertanya. Sebesar Rp 1 juta dalam bentuk voucher untuk membeli paket pelatihan. Sisanya, Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan dan Rp 150 ribu untuk survei yang dilakukan sebanyak tiga kali. Untuk mendapatkan insentif Rp 600 ribu peserta harus menyelesaikan pelatihan.

Komposisi peserta juga sudah sesuai arahan Presiden RI untuk memprioritaskan mereka yang terdampak pandemi Covid-19. Sebanyak 392.338 (58%) peserta merupakan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), pencari kerja sebesar 244.531 (35%), pelaku UMKM sebanyak 7.396 (1%), dan pekerja yang masih bekerja atau dirumahkan sebesar 36.653 (6%).

Sebanyak 573.080 peserta telah mengikuti pelatihan. Mereka memilih 1.222 jenis pelatihan, antara lain keterampilan bahasa asing terutama bahasa Inggris, keterampilan berwirausaha, pemasaran dan konten digital, bisnis kuliner, Microsoft Office dan banyak lainnya.

Sedangkan 477.971 peserta telah menuntaskan paling tidak satu pelatihan dan menerima sertifikat. Mereka yang telah menerima insentif ada sebanyak 361.209 peserta dengan total Rp 216.725 miliar.

Sayangnya, masyarakat harus sabar menunggu Program Kartu Prakerja gelombang 4. Pasalnya belum ada kejelasan kapan program vokasi dan semi bantuan sosial ini kembali bergulir.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading