Bayangkan Jika Social Distancing Diterapkan Hingga 2022

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
15 April 2020 13:50
People line up outside a supermarket in Bergamo, one of the northern Italian areas worse affected by coronavirus, Wednesday, March 25, 2020. The new coronavirus causes mild or moderate symptoms for most people, but for some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness or death. (Claudio Furlan/LaPresse via AP)
Jakarta, CNBC Indonesia - Warga di seluruh dunia kemungkinan perlu menjalankan social distancing (penjarakan sosial) hingga 2022 untuk menghambat penyebaran virus corona Covid-19, dan rumah sakit tidak kewalahan menangani pasien.

Ini merupakan penelitian ilmuwan penyakit menular dari Universitas Harvard yang diterbitkan di Jurnal Science pada Selasa (14/4/2020), Bloomberg News melaporkan dan dikutip CNBC Indonesia, Rabu (15/4/2020).


Penelitian ini menggunakan model komputer untuk mensimulasikan bagaimana pandemi ini terjadi. Kemungkinan virus ini akan bertahan seperti influenza dan menginfeksi negara-negara di dunia secara musiman.


Berdasarkan salah satu modelnya, 20 minggu dihabiskan untuk membatasi penyebaran yang kemudian diikuti dengan puncak epidemi yang sama besarnya dengan penyebaran yang tak terkendali.

"Social distancing sangat efektif, jadi hampir tidak ada kekebalan populasi yang dibangun," ujar tulis para peneliti.

Nah, jika virus lebih mudah menular pada bulan-bulan di musim dingin, ini akan menunda puncak epidemik ke musim gugur, sehingga terjadi tekanan kepada sistem kesehatan dan rumah sakit karena semakin banyak pasien yang tertular.

Untuk menghindari hasil seperti itu, langkah-langkah social distancing yang bersifat on-dan-off mungkin diperlukan sampai 2022, kecuali kapasitas rumah sakit meningkat, atau vaksin atau perawatan yang efektif dikembangkan.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading