Harapan Bos Huawei: 'Rujuk' dengan Google Android

Tech - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
31 March 2020 19:22
Petinggi Huawei ini berharap bisa rujuk kembali dengan Google sehingga aplikasi bawaan Android bisa ada lagi di ponsel Huawei.
Jakarta, CNBC Indonesia - Sanksi Presiden Donald Trump yang telah membuat Google menyetor lisensi Android, telah berdampak pada bisnis Huawei Technologies. Petinggi raksasa teknologi China ini berharap bisa rujuk kembali dengan Google.

Caranya, aplikasi dan layanan Google tersedia di toko aplikasi Huawei bernama AppGalery. Toko aplikasi ini diluncurkan karena Huawei tak bisa lagi pakai Google Play Store.


"Kami berharap layanan Google dapat tersedia melalui AppGallery kami, seperti halnya layanan Google tersedia melalui App Store Apple," ujar Rotating Chairman Huawei Eric Xu, seperti dilansir dari CNBC International, Selasa (31/3/2020).


Tahun lalu, Huawei dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) AS yang membuat Google terpaksa berhenti memberikan linsensi sistem operasi Android mobile ke Huawei. Dampaknya aplikasi bawaan Google seperti YouTobe, Gmail, hingga Maps tak bisa dipakai.

Dua smartphone andalan Huawei yang meluncur tahun lalu Huawei Mate 30 dan Huawei P40 dirilis tanpa aplikasi bawaan Google. Bagi pasar China, hal tersebut tidak masalah karena Google memang diblokir di China.

Namun di pasar luar China, kedua ponsel ini tidak terlalu diminati karena tidak tersedia aplikasi bawaan Google. Maklum, Android merupakan sistem operasi (OS) paling banyak dipakai di dunia.

Daftar hitam dan tak bisa pakai Android Google telah membuat divisi consumer Huawei pada 2019 tak memenuhi target perusahaan. Huawei kehilangan pendapatan US$10 miliar karena sanksi tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading