Perkenalkan, 7 Local Heroes Grab yang Turut Sumbang Rp 2,66 T

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
28 February 2020 12:57
Grab memilih 7 local heroes di kota Medan yang mampu mandiri dan membawa dampak positif bagi lingkungan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Grab memilih 7 local heroes di kota Medan yang mampu mandiri dan membawa dampak positif bagi lingkungan.

Sebutan Local Hero rasanya tidak berlebihan jika disematkan untuk orang-orang sukses dan bisa berguna bagi orang lain. Biasanya, orang-orang yang memperoleh sebutan ini adalah mereka yang bisa berdikari dengan kegigihan dan mengenyam hasil kerja keras yang dilakukannya.

Pertama adalah Sandri Tamayo seorang mitra pengemudi GrabBike. Mahasiswa jurusan Sistem Informasi ini bersyukur bahwa pekerjaannya dapat membiayai kebutuhan pendidikannya.


Tak berhenti disitu, Sandri juga terlibat sebagai pengurus Pasukan Solidaritas Grab SMAN 13. Dia mengaku rutin melakukan aksi sosial seperti kunjungan ke berbagai panti asuhan untuk menyalurkan berbagai bantuan yang telah berhasil dikumpulkan.


"Prinsip hidup saya adalah kita harus bisa juga bermanfaat bagi orang lain," ungkapnya.

Untuk bisa mewujudkan hal ini, Sandri bahkan rela membagi waktunya untuk bekerja di pagi hari, dan menyelesaikan skripsi di malam hari. Akhir pekan dipakainya untuk melayani komunitas bersama rekan-rekan lainnya.

Kedua yang juga tak kalah inspiratif adalah Wita Widya. Wanita yang sudah empat tahun menjadi mitra GrabCar ini percaya, perempuan harus bisa mandiri dan tak boleh takut.

Itulah alasan saat Grab mengadakan pelatihan bela diri bagi mitra pengemudi perempuan, dia terpanggil untuk menjadi salah satu penggerak bagi komunitas GrabCar Medan.

"Banyak teman mitra perempuan yang belum memiliki kemampuan bela diri, padahal hal ini penting banget bagi mereka supaya bisa bekerja secara leluasa," jelasnya.

Berangkat dari sini, Wita kerap mengadakan sesi bela diri rutin untuk berbagi ilmu yang sudah didapatkan. Dia ingin perempuan lain memiliki rasa percaya diri saat bekerja, sehingga tak ada penghalang hanya karena merasa takut.

Selanjutnya adalah Local Heroes di bidang Kuliner. Adalah Adhitiya Wicaksana, pemilik bisnis Keju Kesu bangga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Dia bercerita, awal membuka bisnis Keju Kesu ini karena hobinya mencoba membuat berbagai macam makanan. Melalui teknologi, Keju Kesu mencatat pertumbuhan penjualan hingga 30%.

"Bersyukur banget bisnis berkembang dan sekarang sudah punya banyak gerai dan bisa merekrut lebih banyak karyawan untuk membantu bisnis. Jumlah karyawan saat ini naik 30%, dibanding tahun lalu," ujarnya.

Senada dengan Adhitiya Wicaksana, Anita Tanotho yang merupakan pemilik usaha kuliner Zeribowl juga mengatakan jika teknologi membantunya untuk bisa mengembangkan bisnis dan membuka kesempatan bagi lebih banyak orang. Dia mencatat peningkatan penjualan sebesar 40% setelah bergabung dengan GrabFood.

"Dalam 2 tahun, saya kini memiliki 8 gerai di Medan dan 1 di Batam. Fokus saya sekarang adalah untuk merekrut lebih banyak warga lokal dan mengajari mereka tentang service excellence," ungkapnya.

Lain usaha, lain pula ceritanya. Pemilik Ayam Penyet Jakarta yaitu Hengki Irawan Gultom sempat tak paham dengan kekuatan teknologi. Hingga akhirnya dia menyadari bahwa teknologi ternyata diperlukan untuk mengembangkan bisnisnya.

"Saat ini saya mengajarkan skill teknologi dasar bagi puluhan karyawan saya. Misalnya cara memakai komputer, termasuk cara mengakses aplikasi GrabFood," ujarnya.

Hengki memanfaatkan distributor lokal untuk kebutuhan pasokan ayam untuk usahanya. DIa mencatat, pertumbuhan penjualan hingga 50%, di mana kenaikan pesanan didominasi lewat layanan pesan-antar GrabFood.

Setelah Local Heroes yang berasal dari transportasi dan layanan pesan-antar makanan, sosok berikutnya juga patut menjadi teladan. Pemilik toko kelontong di daerah Medan Amplas, Edi Jonas Silaen mengaku senang bisa melayani warga setiap hari mulai pukul 6 pagi hingga 10 malam.

Masyarakat sekitar warungnya memang bisa datang dan melakukan banyak hal, tak hanya membeli kebutuhan sehari-hari. Mereka bisa membayar tagihan BPJS< transfer uang hingga isi ulang pulsa.

"Di sebelah warung ada Warnet yang juga sering beli pulsa untuk dipakai atau dijual kembali," katanya.

Edi memulai usaha pada awal 2019. Dia memulai semuanya sendiri, hingga setahun kemudian usahanya melejit hingga membutuhkan bantuan warga sekitar. Melalui GrabKios, dia mengaku bisa berguna bagi orang lain.

"Saya memutuskan buat belajar teknologi GrabKios sehingga bisa lebih banyak menawarkan kebutuhan pelanggan. Saat ini sudah dibantu oleh 4 orang karyawan. Ya, selain saya membantu pelanggan, saya juga senang bisa dapat bantuan dari para karyawan yang juga terbantu ekonominya berkat warung ini. Berkat buat semua," ungkapnya.

Selanjutnya, ada juga Local Heroes yang memanfaatkan layanan GrabExpress. Rice bowl JJ Salmon yang dikelola oleh Renova Lie Janny melayani karyawan kantoran untuk makan siang. GrabExpress diakuinya bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.

"Senang bisa jadi salah satu solusi makan siang buat pekerja yang serba sibuk di kota Medan. Tiap hari ada puluhan karyawan yang saya layani kebutuhan makan siangnya dengan rice bowl saya. Dengan pengantaran yang terpercaya, saya bisa menjaga kepercayaan mereka, dan sekarang sudah bisa mempekerjakan 1 karyawan untuk membantu operasional katering saya," ujarnya.

Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan jika satu teknologi nyatanya bisa berdampak untuk banyak hal. Berdasarkan catatan Grab, pada 2018 Grab berkontribusi sebesar Rp 2,66 triliun pada perekonomian Medan melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan mitra.

"Ini membuat komitmen kami lebih kukuh untuk memberikan teknologi yang menyentuh jutaan kehidupan untuk menciptakan lebih banyak jutaan kemajuan, karena semua bisa maju," tuturnya.



Berdasarkan riset yang dilakukan CSIS 2019, pendapatan mitra GrabBike dan GrabCar di Medan masing-masing meningkat 72% dan 86%. Selanjutnya mitra GrabFood juga mencatat peningkatan penjualan hingga 19%.

Terkait dengan kontribusi penciptaan lapangan kerja, hasil riset juga menunjukkan hal menggembirakan. Dimana ada 31% mitra pengemudi GrabBike dan agen individual GrabKios, serta 29% mitra pengemudi GrabCar tidak memiliki sumber penghasilan tetap sebelum bermitra dengan Grab.

[Gambas:Video CNBC]




Artikel Selanjutnya

Bukan Cuma Transportasi, Ini Sederet Layanan Terbaru Grab


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading