Cerita Lengkap Penculikan Gagal karena Grab Emergency Button

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
10 February 2020 11:52
Korban dibawa berputar-putar hingga akhirnya diturunkan di Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Jakarta, CNBC Indonesia- Baru-baru ini media sosial dihebohkan karena seorang karyawati berinisial T (25) yang mengalami hal mengerikan ketika menggunakan taksi online. Dia dibawa berputar-putar hingga akhirnya diturunkan di Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Awalnya, pada Kamis (6/2/2020) siang lalu, T memesan taksi online dari tempat kosnya di Palmerah, Jakarta Barat. Saat itu, T memesan taksi online untuk menuju ke dua titik, pertama ke kantornya di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, dan melanjutkan ke titik kedua di ICE BSD, Serpong.

"Waktu order juga saya agak curiga, karena di map posisi dia itu sebetulnya dekat dengan posisi penjemputan. Tapi saat itu, saya masih berpikiran positif mungkin sinyalnya jelek," kata T dikutip dari detikcom, Senin (10/2/2020).


Taksi online tersebut tiba 15 menit kemudian, namun karena sopir masih menyapa dan menanyakan tujuan T pun masih berpikiran positif. Setelah naik, sopir taksi online ini justru mengambil arah yang berbeda dengan tujuan awal.


"Kemudian saya naik. Kan kalau dari kosan saya mau ke Dharmawangsa harusnya berputar, nah dia malah lurus terus makin menjauh," katanya.

Setelah 2 menit perjalanan, tiba-tiba T mendengar suara. Dia kurang tahu pasti, apakah suara itu keluar dari handy talky (HT) atau handphone.

"Nah, di situ dia jawabnya bisik-bisik 'poin satu... masuk satu'," ucapnya menirukan sopir tersebut.

T pun mulai curiga, apalagi perjalanan yang semakin menjauh dari tempat tujuan. T pun kemudian mengingatkan sopir bahwa tujuannya ke Dharmawangsa dahulu, baru kemudian ke Ice BSD, Serpong.

"Dia jawab 'iya sesuai map ini', begitu saja terus tiap kali saya mengingatkan bahwa tujuan saya ke Dharmawangsa dahulu," lanjutnya.

Foto: Grab

Selama perjalanan, si sopir juga sering meliriknya melalui kaca spion. Sampai kemudian T sadar mobil Toyota Sigra yang ditumpanginya itu sudah masuk ke Tol Kebon Jeruk. Dengan nada sedikit keras, T mengingatkan supir untuk keluar dari jalan tol karena tidak sesuai dengan tujuannya.

"Saya teriak 'lho kok ini malah masuk tol', (sopir menjawab) 'iya ini sesuai map. Dharmawangsa di Tangerang kan', 'lho mana ada Dharmawangsa di Tangerang, Dharmawangsa di Jakarta Selatan'," tutur T.

Perdebatan dengan sopir pun terjadi, karena panik, T kemudian mengirimkan lokasi ke pacarnya. Dia kemudian mengingat ada tombol emergency di aplikasi Grab dan terhubung ke call center.

"Saya telepon ke pihak call center taksi online tersebut, itu dia (sopir) mendengar saya menceritakan kejadiannya. Di situ dia melototin saya sambil dia teriak-teriak 'poin satu... poin satu' lalu dia membentak saya 'ini sudah sesuai map!'," bebernya.

T tetap menceritakan yang dialaminya kepada call center dalam percakapan telepon, pihak call center memastikan akan mengirimkan tim Satgas untuk menjemputnya. Telepon pun terus tersambung selama T berada di dalam mobil tersebut.

"Sopir itu panik, kemudian mengerem mendadak sampai barang-barang saya jatuh," ucapnya.

Singkat cerita, sopir tersebut kemudian akhirnya menurunkannya di pinggir tol. T lantas menyusuri jalan sepanjang tol mencari pintu keluar tol. Dia akhirnya tiba di jalan raya di dekat AKR Tower, Kebon Jeruk.

"Saat itu pihak taksi online masih menawarkan saya untuk dijemput, tetapi pacar saya sudah keburu menjemput saya," tuturnya.

Meski tidak dirugikan dalam bentuk materi, T masih merasa syok dan trauma akan kejadian ini. Dia pun berencana melaporkan sopir tersebut, setelah kejadian yang dialaminya.


Menanggapi kejadian ini Grab menyatakan telah menonaktifkan akun pengemudi yang disebut dalam kisah T. Grab juga akan melakukan investigasi lebih lanjut atas kejadian tersebut. Pihak Grab menekankan keselamatan dan keamanan penumpang dan pengemudi merupakan prioritas utama.

"Hal ini sudah ditangani sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang. Selain itu kami telah langsung menonaktifkan mitra pengemudi tersebut sambil melakukan investigasi lebih lanjut," Public Relations Manager Grab Indonesia Andre Sebastian.

Pihak Grab juga mengingatkan bahwa di aplikasi Grab sudah tersedia Emergency Button untuk penumpang jika mengalami keadaan darurat. Fitur ini melengkapi fitur keselamatan lainnya yang sudah tersedia di aplikasi Grab yaitu share my ride (bagikan perjalanan), penyamaran nomor telepon penumpang dan VOIP call untuk meningkatkan rasa aman pengguna Grab.


[Gambas:Video CNBC]




(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading