WhatsApp Cari Duit Lewat Iklan, Bentuknya Gimana Yah?

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
06 January 2020 19:10
Facebook akhirnya memonetisasi WhatsApp tahun ini. Bentuknya melalui iklan yang tampil di platform aplikasi berbagi chatting.
Jakarta, CNBC Indonesia - Facebook akhirnya memonetisasi WhatsApp tahun ini. Bentuknya melalui iklan yang tampil di platform aplikasi berbagi chatting.

WhatsApp dimonetisasi setelah 10 tahun memberikan layanannya secara gratis dan lima tahun setelah diakuisisi Facebook. WhatsApp dirilis pada Mei 2009 dan diakuisisi Facebook pada 2014 senilai US$19 miliar atau setara Rp 266 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000).


WhatsApp mencari uang lewat iklan ini dibocorkan oleh dua analis media sosial yang kebetulan hadir dalam acara Facebook Marketing Summit di Berlin, Jerman pada Mei 2019. Facebook pun sudah mengkonfirmasi rencana ini akan direalisasikan pada 2020 tetapi belum jelas kapan pastinya.

Matt Navarra dalam cuitan twitternya menyebut menyebut iklan tersebut akan muncul di WhatsApp Status. Jadi iklan ini akan terselip di antara Status pengguna. Bentuknya sama seperti Instagram Story dan Facebook Stories.


Jadi pengguna akan melihat iklan ini ketika mengintip WhatsApp Status. Iklan takkan muncul ketika menggunakan menggunakan fitur chatting atau lainnya di WhatsApp.


Mengutip CNBC International, Senin (6/1/2020), rencana monetisasi bisnis ini telah memakan korban. Dua pendirinya Brian Acton dan Jun Koum memilih meninggalkan WhatsApp pada 2017.

Mereka menolak monetisasi bisnis lewat iklan. Kedua cukup vokal menolak iklan digital. Pasalnya, dengan iklan digital ini fitur end-to-end encryption harus dihapuskan. Facebook perlu membaca percakapan penggunanya agar target sesuai dengan sasaran.

End-to-end encryption adalah fitur keamanan WhatsApp di mana pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima pesan. WhatsApp bahkan tak bisa membaca pesan ini. Saat ini fitur ini aktif secara otomatis.

[Gambas:Video CNBC]



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading