Startup Unicornnya Hampir Bangkrut, SoftBank Rugi Rp 124 T

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
07 November 2019 13:22
Startup Unicornnya Hampir Bangkrut, SoftBank Rugi Rp 124 T Foto: REUTERS/Issei Kato/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - SoftBank harus menelan pil pahit karena berinvestasi di startup unicorn. Perusahaan asal Jepang ini mencatatkan kerugian pertama dalam 14 tahun terakhir karena startup jagoannya bermasalah.

Perusahaan investasinya, Vision Fund mencatatkan kerugian hingga US$8,9 miliar atau setara Rp 124,6 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000) karena startup co-working space WeWork bermasalah. Vision Fund harus menggelontorkan dana talangan (bailout) US$10 miliar untuk menyelamatkan perusahaan ini dari kebangkrutan.


Kerugian yang besar ini membuat banyak pihak mulai mempertanyakan kebijakan CEO SoftBank Masayoshi Son yang gemar menggelontorkan uang dalam jumlah besar kepada startup binaannya untuk dibakar kembali.


"Dalam berbagai aspek penilaian investasi saya buruk dan saya merenungkannya," ujar Masayoshi Son seperti dikutip dari CNBC International, Kamis (7/11/2019).

Startup Unicornnya Hampir Bangkrut, SoftBank Rugi Rp 124 TFoto: Masayoshi Son, CEO Softbank Investor Rp 42 T di Indonesia (CNBC Indonesia TV)

Ia mengaku menutup mata pada beberapa masalah yang ditimbulkan Adam Neumann, pendiri dan mantan CEO WeWork, seperti tata kelola perusahaan. Tapi ia berjanji setelah ini kinerja WeWork akan meningkat lebih pesat.

Pada laporan keuangan July-September 2019, Softbank menyebut Vision Fund menyumbang kerugian sebesar 970 miliar yen (US$8,9 miliar) karena anjloknya valuasi startup yang disuntiknya seperti WeWork dan Uber Technologies. Namun secara keseluruhan SoftBank Group mencatatkan kerugian operasional US$6,5 miliar.


WeWork dan Uber memang menjadi pukulan keras bagi SoftBank. WeWork harus rela valuasinya disunat dari US$47 miliar menjadi US$7,5 miliar hingga US$8 miliar karena investor khawatir akan tata kelola perusahaan dan kelakuan pendirinya.

Sementara Uber Valuasinya harus turun dari US$80-an miliar menjadi US$52 miliar karena sahamnya yang terus turun akibat investor kecewa dengan kinerja keuangan perusahaan yang mencatatkan rugi miliaran dolar.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading