Kata Bos Taksi Malaysia Soal Driver Gojek Demo di RI

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
05 September 2019 06:38
Bos Taksi Malaysia, Shamsubahrin Ismail angkat suara mengenai driver Gojek demo di Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia sebagai bentuk protes atas pernyataannya.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bos Taksi Malaysia, Shamsubahrin Ismail angkat suara mengenai driver Gojek demo di Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia sebagai bentuk protes atas pernyataannya. Dalam demo itu driver Gojek meminta Shamsubahrin datang ke Indonesia dan minta maaf.

Untuk mendanai perjalanan Shamsubahrin ke Indonesia para driver Gojek yang berdemo menggelar aksi kumpulkan koin.


Shamsubahrin Ismail mengatakan terima kasih kepada driver dan menyarankan menggunakan dana yang terkumpul untuk hal yang berguna.


"Terima kasih kepada semua driver Gojek yang mengumpulkan uang bagi saya untuk pergi ke Jakarta. Saya tidak butuh uang. Jakarta bukan hal baru bagi saya, karena saya selalu pergi ke sana. Saya juga bisa pergi [ke Jakarta]," ujarnya seperti dikutip dari The Star Online, Kamis (5/9/2019).


"Karena mereka sudah mengumpulkan uang dari publik saya ingin beri saran kepada mereka untuk menyumbangkan uang tersebut ke masjid, surau atau orang yang membutuhkan."

Pada Selasa (3/9/2019) 400 lebih driver Gojek berdemontrasi di Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta. Mereka protes atas pernyataan Shamsubahrin Ismail karena diduga menghina driver Gojek dan Indonesia. Pernyataan tersebut viral di media sosial.

Kata Bos Taksi Malaysia Soal Driver Gojek Demo di RIFoto: Datuk Shamsubahrin Ismail (Youtube)

"Ini (Indonesia) adalah negara miskin, kami (Malaysia) adalah negara kaya. Jika pemuda Indonesia bagus-bagus, mereka tidak akan meninggalkan negara mereka untuk mencari pekerjaan. Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta," ujar seorang pria dalam video yang diduga Shamsubahrin Ismail.

Atas pernyataan yang menyinggung ini, salah satu driver Gojek yang ikut dalam demontrasi tersebut, Theresia Ismiyanti mengatakan mereka ingin Shamsubahrin datang ke Jakarta dan meminta maaf secara terbuka kepada pengendara Gojek.


Shamsubahrin menjelaskan dia telah membuat permintaan maaf ke publik yang disiarkan secara langsung, dan menambahkan ada yang "berusaha mempolitisasi masalah ini".

"Seseorang mengarang sesuatu. Saya sudah menjelaskan dan itu bukan kesalahan saya. Laporan negara yang miskin bukan dari saya tetapi berita itu sendiri," katanya, menambahkan bahwa ia melakukan penelitian sebelum berbicara.


Pernyataan Shamsubahrin Ismail yang mengundang kontroversi sebenarnya sebagai bentuk protes terhadap rencana Kabinet Mahathir Mohamad yang beri lampu hijau Gojek masuk ke Malaysia. Shamsubahrin Ismail menganggap membiarkan ojek online masuk Malaysia sebagai kemunduran.


(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading