Ubah Kebiasaan Masyarakat, LinkAja Ogah Ladeni Perang Diskon

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
04 July 2019 19:02
Ubah Kebiasaan Masyarakat, LinkAja Ogah Ladeni Perang Diskon
Jakarta, CNBC Indonesia- LinkAja, platform pembayaran digital dari PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), memiliki misi mempermudah sistem pembayaran melalui kebutuhan sehari-hari. Semangat LinkAja adalah membuat masyarakat Indonesia terbiasa dengan alat bayar digital, bukan karena tergiur diskon semata.

Chief Marketing Officer LinkAja, Edward Kilian Suwignyo mencontohkan, dalam membeli token listrik misalnya, bisa dilakukan dengan mudah menggunakan LinkAja. Pembelian token listrik memang bisa dilakukan melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) hingga menggunakan layanan internet banking. Namun cara itu dianggap tidak praktis.


"Saat masyarakat tahu (dengan LinkAja) begini lebih cepat, itu yang kita lihat akan mengubah kebiasaan. Kita membentuk sehari-hari ada di sana. Bukan untuk rupiah, tapi kemudahannya," katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis (4/7/2019).


LinkAja memang menginginkan masyarakat menggunakan aplikasi anak negeri ini untuk kebutuhan sehari-hari, salah satu yang ingin diunggulkan adalah untuk transportasi. Yang pasti, pengguna LinkAja diharapkan bukan terpaksa mengunduh aplikasi ini karena tergiur diskon, seperti yang sudah terjadi saat ini.

"Kita dari kemudahan, kalau dengan cashback menstimulasi orang yang tadinya tidak pakai (aplikasi) menjadi pakai. Dengan kemudahan, yang awalnya menggunakan akan terus menggunakan satu aplikasi," tambahnya lagi.

Sementara itu, hal lain yang membedakan LinkAja dengan aplikasi lainnya adalah melalui pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti membeli bahan bakar, membayar transportasi umum, berbelanja di merchant. Kemudahan ini lebih mahal dan memudahkan penggunanya.

"Bedanya kita memang daily essential, bukan melalui lifestyle. Sehingga banyak hal baru yang bisa kita berikan, bukan hanya murah tapi memang sesuatu yang valuable," ujarnya lagi.

Perang diskon dan promo saat ini yang banyak bertebaran memang lebih kepada kebutuhan yang bersifat hiburan. Padahal sejatinya, banyak kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, mulai dari pagi memulai aktivitas hingga waktunya beristirahat.

"Satukan ke LinkAja, value kemudahan. Daripada punya 5 (aplikasi) untuk 5 hal," imbuhnya.

LinkAja sebagai karya anak bangsa mengaku ada empat hal yang menjadi nilai tambah dibanding dengan pendahulunya. Dengan layanan inti meliputi transportasi, Financial Services, Digital product untuk online payment, dan pembayaran di merchant yang bekerjasama.


Saat ini, LinkAja tercatat memiliki 25 juta pengguna. Angka ini diharapkan bisa tumbuh lebih banyak lagi, seiring dengan 200 juta penduduk Indonesia yang sudah memiliki akses menggunakan smartphone.

"Food and Beverage yang jelas bukan fokus kita. Kemudahan ini ada di transportasi yang diutamakan, sehingga kita harap pengguna bisa tumbuh lebih banyak," tutupnya.

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading