Mandiri, BNI dan BRI Kuasai 60% saham LinkAja, BTN Berapa?

Tech - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
17 May 2019 21:01
Mandiri, BNI dan BRI Kuasai 60% saham LinkAja, BTN Berapa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepemilikan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) pada LinkAja rupanya masih bisa berubah.

"LinkAja itu kepemilikan sahamnya kan belum final, selalu berubah, karena kepemilikannya ini akan bertambah terus. Nah, untuk sementara BTN kepemilikannya 7%, nilainya Rp 130 miliar," ujar Direktur Utama BTN Maryono saat dijumpai dalam konferensi pers kinerja keuangan perusahaan, di Jakarta, Jumat (17/5/2019).


Lebih lanjut, Maryono menjelaskan, kepemilikan saham pada LinkAja akan terus bergerak, karena nantinya diharapkan kepemilikannya tidak hanya dari perbankan BUMN (Himbara) tetapi juga dengan beberapa perusahaan BUMN yang terkait, dalam rangka pengembangan LinkAja yang lebih baik dan cepat untuk masyarakat.

Adapun, Direktur BTN Nixon Napitupulu menambahkan, perhitungannya pasti terus berjalan. Namun, pihaknya belum mengetahui dengan pasti apakah nantinya saham perusahaan pada LinkAja akan bertambah atau berkurang.

"Apakah membesar atau mengecil, kami masih belum tahu, tapi yang pasti sekarang kurang lebih di kisaran 7% lah," kata Nixon ketika dijumpai di kesempatan yang sama.

Yang pasti, lanjut Nixon, saat ini perusahaan tengah membidik satu venture capital untuk digabung dengan Jalin yang nantinya bakal bergabung dengan LinkAja.

"Tapi intinya kami akan akusisi satu venture capital dulu, baru nanti ditanam di sana, karena kami tidak akan akan direct ke BTN-nya tapi lewat satu venture capital yang akan kami miliki," jelas Nixon.

Kendati demikian, Nixon masih menutup rapat siapa venture capital yang akan diakuisisi perusahaan tersebut. Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan due diligence dan melihat lebih dalam 'jeroan' venture capital itu.

"Penyertaan modal ke LinkAja akan kami upayakan secepatnya, karena di sana ada deadline-nya kan. Akusisinya tahun ini lah, mungkin semester 2, karena ini masih terlalu dini untuk bisa deal harga, kedua kami masih lihat-lihat di dalamnya, masih due diligence dalamnya kayak apa," pungkas Nixon.





(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading