Selain Gojek & Grab, Ini Unicorn dan Decacorn Taksi Online

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
15 May 2019 19:41
Selain Gojek & Grab, Ini Unicorn dan Decacorn Taksi Online
Jakarta, CNBC Indonesia - Startup ride-hailing (berbagi tumpangan) merupakan salah satu perusahaan rintisan yang berkembang dengan pesat. Bisnis ini telah mendisrupsi bisnis transportasi konvensional.

Startup ride-shaling juga menjadi salah satu sektor yang paling banyak diminati oleh investor kelas kakap. Sebut saja Softbank yang sudah berinvestasi di empat startup berbagi tumpangan dari Uber, Grab, Olacab hingga Didi Chuxing.

Tingginya minat investor pada startup ride-hailing membuat valuasi perusahaan cepat berkembang. Dalam laporan CBInsights bertajuk The World's 326 Unicorn Companies yang dipublikasikan tanggal 14 Maret 2019, saat ini ada 5 startup ride-hailing berstatus unicorn atau bervaluasi di atas US$1 miliar dan 6 startup ride hailing berstatus decacorn atau bervaluasi di atas US$10 miliar.


Berikut startup ride hailing bervaluasi besar di dunia:


1. Uber

Uber merupakan pioner di bisnis ride-hailing. Uber didirikan oleh Travis Kalanicks dan Garrett Camp pada 2019. Uber telah beroperasi di banyak negara di dunia namun sumber bisnis utamanya masih Amerika Serikat dan Eropa. Saat ini valuasi Uber di atas US$72 miliar.

2.Didi Chuxing
Didi Chuxing dijuluki oleh Uber China karena keberhasilannya menaklukkan Uber di pasar China dan kemudian mengakuisisinya. Didi Chuxing didirikan Cheng Wei, Wu Rui dan Zhang Bo pada 2012 dan saat ini valuasi di atas US$56 miliar.

3. Lyft
Lyft merupakan taksi online asal Amerika Serikat dan hingga kini masih bertahan di pasar Amerika Serikat. Lyft didirkan Logan Green dan John Zimmer pada 2012. Bersama dengan Uber, Lyft jadi startup ride-hailing yang mencatatkan saham di bursa AS. Saat ini valuasinya di atas US$11,5 miliar.

4. Grab
Grab didirikan oleh Anthony Tan dan Tan Hooi Ling pada 2012 silam. Grab fokus menggarap pasar Asia Tenggara. Salah satu kesuksesan Grab adalah ketika mengcaplok Uber Asia Tenggara. Saat ini valuasinya sudah di atas US$11 miliar.

5. Gojek
Gojek didirikan pada 2010 silam oleh Nadiem Makarim, Kevin Aluwi dan Michaelangelo Moran. Awalnya Gojek fokus menggarap Indonesia tetapi kini sedang ekspansi ke negara Asia Tenggara lainnya. Saat ini valuasinya sudah capai US$10 miliar.

6. Olacab
Olacab dijuluki sebagai Uber India. Perusahaan transportasi online didirikan Bhavish Aggarwal dan Ankit Bhati pada 2010 silam. Olacab kini sedang berusaha ekspansi ke luar India. Saat ini valuasinya sudah di atas US4,3 miliar.

7. BlablaCar
BlablaCar merupakan startup yang didirikan oleh Frederic Mazzella, Nicolas Brusson dan Francis Nappez pada 2009. Model bisnis yang ditawarkan adalah model carpooling berbagi biaya untuk perjalanan dan tol yang kemudian berkembang jadi ride-hailing. Saat ini valuasi perusahaan sudah di atas US$1,6 miliar.

8. Cabify
Cabify merupakan startup ride-hailing asal Spanyol yang didirikan Juan de Antonio. Selain Spanyol, Cabify juga sudah beroperasi di Amerika latin dan Portugal. Saat ini valuasi perusahaan sudah mencapai US$1,4 miliar.

9. Careem Network
Careem merupakan startup ride-hailing berkantor pusat di Dubai dan beroperasi di Timur Tengah, Afrika dan Asia Selatan. Careem didirikan oleh Mudassir Sheikha, Magnus Olsson dan Abdulla Elyas. Saat ini valuasi perusahaan sudah mencapai US$1,2 miliar.

10. Taxify
Taxify merupakan taksi online yang berkantor pusat di Estonia. Taxify didirikan Markus Villig pada 2013. Ketika itu usianya baru 19 tahun. Saat ini valuasi perusahaan sudah mencapai US$1 miliar.

Simak video tentang Uber IPO di bursa saham AS di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]




(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading