Fintech

Taipan TP Rahmat Masuk Bisnis Fintech, Namanya Batumbu

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
09 April 2019 13:47
Taipan TP Rahmat Masuk Bisnis Fintech, Namanya Batumbu
Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah pemain di industri peer-to-peer (P2P) lending kembali bertambah. Pemain terbarunya adalah PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu) yang sudah dapat keterangan terdaftar di OJK pada 8 April 2019.

Batumbu adalah Fintech lending dengan pemegang saham Validus Capital Pte Ltd, fintech terbesar yang beroperasi di Singapura dan Triputra Group, kelompok bisnis yang dimiliki taipan TP Rahmat. Fintech ini dijalankan para mantan-mantan bankir.

Co-founder dan CEO Batumbu, Sonny Cristian Joseph mengatakan, fintech ini akan menggarap sektor produktif pembiayaan modal kerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


"Sektor UMKM baru 61% yang dibiayai perbankan. Sisanya, 31% dari keluarga, teman, atau rentenir. Peluang ini yang ingin kami masuki," ujar Sonny Joseph kepada Wartawan di Resto Tesate, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Sonny menambahkan model bisnis yang diusung Batumbu adalah melalui kemitraan strategi tertutup. Jadi Batumbu nantinya melakukan kerja sama dengan mitra setelah itu menyalurkan pembiayaan pada ekosistem mitra. Pembiayaan bagi vendor dan UMKM yang menjadi rekanan atau binaan mitra.

"Saat ini kami sudah punya tiga mitra yang akan disalurkan pembiayaan. Sektor perkebunan sawit, garmen dan logistik. Akhir tahun kami perkiraan bisa punya 8-10 mitra. Ini potensi pembiayaan sangat besar pada ekosistem," jelas Sonny.

Sonny Joseph menambahkan meski pembiayaan sistemnya tertutup, pendanaannya tetap dari para masyarakat umum yang memiliki dana. Namun Batumbu tidak mengincar pemilik dana sangat ritel. Minimal dana yang dimiliki Rp 100 juta. Adapun pinjaman yang disalurkan maksimal Rp 2 miliar.

Manajemen risiko

Manajemen mengatakan fintech Batumbu tidak akan menyalurkan pembiayaan. Hanya menghubungkan antara pemilik dana dan pemberi pinjaman dengan para penerima pinjaman (borrower). Jadi manajemen memastikan tidak akan mengumpulkan dana di rekening khusus.

"Dana harus dikirimkan ke borrower T+1 hari ketika dana sudah terkumpul. Dana tidak boleh mengendap," jelas Michael Tjahjamulia, Direktur Bidang Operasional dan Keuangan Batumbu.

Sonny mengklaim sistem manajemen risiko yang diterapkan sangat aman sehingga manajemen yakin rasio pinjaman bermasalah akhir tahun akan minimal. Salah satu kunci manajemen risiko adalah pembayaran pinjaman dilakukan oleh mitra atas nama borrower.

"Jadi kuncinya ada di pemilihan mitra. Kami punya mitra yang bagus-bagus sehingga bila pemilihan borrower sangat terukur dan aman," jelas Sonny.

Sonny menambahkan pinjaman yang disalurkan tidak menggunakan kolateral tetapi untuk mencegah NPL ada opsi asuransi yang mengcover pinjaman gagal bayar hingga 80%.

"Kami juga menerapkan transparansi di mana pemberi pinjaman dan borrower tahu imbal hasil dan bunga yang dikenakan. Bunga kami cukup bersaing dengan ada yang di market saat ini," jelas Sonny.

Selain beri pinjaman, Sonny menambahkan Batumbu juga melakukan pendampingan pada UMKM dengan memberikan pelatihan dan pendampingan.

"UMKM itu tidak cuma akses permodalan dan perlu pengembangan kapasitas. Kebutuhan UMKM itu informasi dan knowledge, kita undang para expert dan penyuluhan yang baik," terang Sonny.






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading