Tak Gunakan Grab to Work, PNS Bandung Bisa Didenda Rp 100.000

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
11 March 2019 16:45
Tak Gunakan Grab to Work, PNS Bandung Bisa Didenda Rp 100.000
Jakarta, CNBC Indonesia - Grab Indonesia dan Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi lakukan uji coba Grab to Work selama lima hari dalam rangka mengurangi kemacetan di ibukota Jawa Barat ini.

Kepala Dishub Kota Bandung Didi Riswandi mengatakan pegawai negeri sipil (PNS) di Dishub yang tidak menggunakan Grab to Work, dikenakan denda Rp 50.000 untuk staf dan 100.000 untuk pejabat di atasnya.

Program yang diterapkan untuk PNS di lingkup Dishub Kota Bandung ini diujicobakan mulai Senin (11/3) hingga Jumat (15/3). Setelah masa uji coba, akan segera dilakukan evaluasi, untuk kelanjutan dari program ini


"Kami tidak ingin teman-teman Dishub menganggap ini bukan program strategis. Untuk itu harus ada sanksi," kata Didi dilansir dari Detik.com, Senin (11/3/2019).

Didi mengatakan denda diberlakukan sebagai upaya strategis untuk mengurangi kemacetan. Pada tahap uji coba, program ini akan melibatkan 70 pegawai Dishub. Nantinya jika ada uang hasil denda pun, akan digunakan untuk membeli pohon.

Untuk memudahkan, para pegawai Dishub pun telah dibagi dalam masing-masing kelompok penjemputan sesuai rumah tinggalnya.

Grab Indonesia pun telah menyiapkan 15 titik penjemputan yang tersebar di beberapa wilayah. Namun Didi tidak menyebut dimana saja 15 titik penjemputan tersebut.

Partner Engagement Executive Grab Jawa Barat Mawaddi Lubby mengatakan selama masa uji coba, penumpang dibebaskan dari tarif perjalanan. Meski pada tahap uji coba hanya diberlakukan untuk ASN Pemkot Bandung, setelah itu akan diberlakukan secara masif. Rencananya, pada April 2019 Grab to Work bisa direalisasikan secara masif.

"Bisa saja Grab to Work akan berlaku untuk instasi atau perusahaan lainnya. Biasanya kan, pegawai yang pergi ke kantor menggunakan kendaraan pribadi sangat banyak. Sedangkan pegawai yang menggunakan online sangat sedikit. Sementara, setelah sampai di tempat kerja, mobil hanya parkir selama seharian," kata Mawadi.

Grab merupakan aplikasi berbagi tumpangan (ride hailing) terbesar di Asia Tenggara. Grab memiliki valuasi US$ 14 miliar atau sekitar Rp 196 triliun (kurs Rp 14.000) dan merupakan decacorn pertama di Asia Tenggara. Decacorn adalah istilah bagi perusahaan startup yang memiliki valuasi di atas US$ 10 miliar.

Saksikan Video Grab Dapat Suntikan Modal Rp 20 T

[Gambas:Video CNBC]

(dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading