Agar tak Kalah Saing, BUMN Bersatu Bikin Usaha Fintech

Tech - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
25 February 2019 08:05
Agar tak Kalah Saing, BUMN Bersatu Bikin Usaha Fintech
Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan antara industri perbankan dan perusahaan financial technology (fintech) kian ketat. Kini, hampir seluruh layanan perbankan bisa diakses melalui fintech yang lebih mudah dari segi prosedur.

Sejumlah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut masuk ke bisnis ini guna menjaring pangsa pasar yang diambil berbagai perusahaan fintech.

Bank yang terhimpun dalam bank himpunan bank milik negara (Himbara), yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), pun mulai masuk fintech atas desakan Menteri BUMN Rini Soemarno. Fintech tersebut diberi nama LinkAja.


LinkAja merupakan dompet digital yang akan menggabungkan uang elektronik Bank Mandiri (e-cash), Bank BNI (Unikqu), Bank BRI (Tbank), dan Telkom Group (TCASH dan T-money). Layanan ini secara resmi akan diluncurkan awal Maret 2019 dan akan jadi penantang OVO dan GoPay.


LinkAja akan berada di bawah PT Fintek Karya Nusantara (Finarya). Finarya merupakan fintek bikinan PT Telekomunikasi Tbk (TLKM) yang selama ini mengelola produk dompet digital T-Cash, milik Telkomsel.

Saham terbesar akan dipegang oleh Telkomsel sebesar 25%. Sementara, tiga bank, yakni Bank Mandiri, BNI dan BRI, akan memegang saham masing-masing 20%. Sementara, BTN dan PT Pertamina (Persero) memegang masing-masing 7% dan Jiwasraya akan memegang 1% saham.

"Jadi, promosi bareng-bareng, tidak duplikasi. Lebih efisien dari [sisi] infrastruktur," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, beberapa waktu lalu.

Selain LinkAja, PT Pegadaian juga rencananya akan meluncurkan layanan fintech peer-to-peer (P2P) lending pada pertengahan tahun ini. Direktur Teknologi Informasi Digital Pegadaian Teguh Wahyono mengatakan dalam pembentukannya layanan fintech Pegadaian akan bekerja sama dengan 5-6 fintech yang sudah ada.

Agar tak Kalah Saing, BUMN Bersatu Bikin Usaha FintechFoto: Infografis/10 daftar fintech baru yang terdatar di OJK/Aristya Rahadian Krisabella

Saat ini, pihaknya masih menunggu perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar bisa beroperasi secara resmi di semester II-2019.

Setali tiga uang, PT Pos Indonesia juga akan mengembangkan platform sistem pembayaran berbasis fintech. Direktur Keuangan dan Umum Eddi Santosa mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan perusahaan fintech ini dengan membeli core banking server untuk layanan yang membuat kemampuannya akan setara dengan perbankan. Servis dan sistem juga solid.

"Kalau sudah pos financing, mau apa pun bisa ditaruh di atasnya. Mau taruh gadai, mau pinjaman, mau taruh apapun bisa. Jadi ujungnya uang," jelasnya beberapa waktu lalu.

Tak ketinggalan, anak usaha Bank BRI, Bank BRI Agro, juga merilis Pinang, sebuah layanan pinjaman digital yang mengadopsi sistem P2P lending bernama PINANG (Pinjaman Tenang), Sabtu lalu (23/2/2019), di Surakarta, Jawa Tengah.

Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto menyatakan, PINANG adalah produk pinjaman digital BRI Agro berbasis aplikasi pertama di Indonesia. Aplikasi PINANG sudah fully digital dengan sistem digital verification, digital scoring, dan digital signature.


Dengan mengombinasikan teknologi digital, PINANG mempercepat proses pengajuan sampai dengan pencairan kurang dari 10 menit, dengan tenor yang fleksibel antara 1 sampai 12 bulan. Plafon pinjaman pun dapat di top-up hingga maksimum Rp 20 juta dan memiliki bunga yang terendah dibandingkan dengan layanan keuangan digital serupa.

"Kami memberikan layanan, jasa, dan bunga yang kompetitif bagi masyarakat yang hendak melakukan peminjaman melalui PINANG. Melalui proses yang cepat, murah, dan aman, serta plafon yang bersaing, kami yakin PINANG akan memberikan kemudahan ekstra kepada nasabah BRI Agro untuk melakukan pinjaman," kata Agus dalam rilis yang diterima CNBC Indonesia di Jakarta, Minggu (24/2/2019).

Pada tahap awal, BRI Agro akan bekerja sama dengan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) dengan menargetkan 17.000 pekerja bisa melakukan pinjaman melalui PINANG. Kerja sama ini nantinya akan meningkatkan employee engagement di perusahaan-perusahaan nasabah BRI dan meningkatkan value bagi para pekerja melalui bunga yang kompetitif.

Wakil Direktur Utama Bank BRI Sunarso meyakini PINANG akan menjadi produk pinjaman digital yang andal dan kompeten bagi BRI Agro untuk dapat bersaing dan unggul dibanding produk pinjaman digital serupa yang dikeluarkan oleh fintech.


Saksikan tanggapan OVO mengenai fintech buatan BUMN berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading