Bank Kolaborasi dengn Fintech? Ini Kendalanya

Tech - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
21 February 2019 18:32
Kendala yang dihadapi perbankan berkolaborasi dengan fintech.
Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menilai masih ada hal yang harus diseimbangkan ketika sebuah perusahaan financial technology (fintech) di bidang sistem pembayaran berkolaborasi dengan perbankan. Persoalan kepemilikan data masih bertumpu pada satu pihak saja, yakni fintech. Sementara, perbankan kehilangan data setelah transaksi selesai dilakukan.

Wakil Ketua ASPI Rico Usthavia Frans mengilustrasikan hal itu pada sistem isi ulang (top up) GoPay. Rata-rata konsumen mengeluarkan Rp100 ribu-Rp200 ribu untuk sekali top up Gopay. Setelah melakukan top up, lanjut Rico, bank kehilangan data. Bank tidak mengetahui untuk apa uang yang dipakai oleh konsumen yang top up tadi. 


"Kita hilang [data]. Tidak tahu untuk apa duit itu. Ini yang mungkin harus diseimbangkan lagi. Bagaimana data itu bisa kembali kepada perbankan. Ini sesuatu yang perlu dipahami bersama secara industri dan mungkin diatur secara regulasi," kata Rico dalam Seminar Kolaborasi Industri Perbankan dan Fintech Dalam Sistem Pembayaran di Jakarta, Kamis (21/2/2019). 


Asisten Deputi Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Susiati Dewi menanggapi Bank Indonesia (BI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus membuat standarisasi kategori data apa saja yang bisa saling dibagi. Susi berkisah, perusahaan fintech pun selama ini tidak tahu jenis data apa yang bisa dibagikan ke bank dan seberapa data itu penting untuk bank. 

"Fintech tuh bisa jawab data dipakai apa saja [uang] itu. Kita tanya kalau dibalik misalnya, data fintech kemudian mau dikoneksikan dengan bank kira-kira [data] apa ya? mereka tidak bisa jawab karena bank juga tidak pernah tanya," ungkap Susi.

Dalam hal ini, Bank Indonesia berdiri di tengah lantaran kontrak kerjasama banyak yang bersifat privat. Menurutnya, mengenai standardisasi ini mesti tepat untuk menjaga konsumen. Bank Indonesia akan berdiskusi dengan OJK terkait kategori data yang bisa dibagikan itu. 

Chief Executive Officer (CEO) Fintech DANA Vincent Iswara sebagai pelaku industri menjelaskan, sejatinya fintech tidak boleh menjadi pihak yang satu-satunya memiliki data tersebut.Pasalnya, fintech hanya sebuah platform yang tugasnya memastikan data bisa teralir ke masing-masing pemilknya. 

"Sehingga konsumen percaya dulu baru kita lihat ini platform yang bisa dipakai semua pihak." tandasnya pada kesempatan yang sama.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading