Terungkap! BI Siapkan Strategi Khusus 'Kendalikan' Fintech

Tech - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
21 February 2019 17:15
Terungkap! BI Siapkan Strategi Khusus 'Kendalikan' Fintech
Jakarta, CNBC IndonesiaBank Indonesia (BI) akan menerbitkan strategi menghadapi industri financial technology (fintech). Strategi itu akan dilakukan bersama enam lembaga lainnya, diantaranya Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). 

"Nanti tidak heran beberapa tahun ke depan atau pada tahun-tahun ini kita akan ada Strategi Ekonomi dan Keuangan Digital. Tentunya melibatkan paling tidak enam kelembagaan atau kementerian yang akan berperan aktif di sana," kata Asisten Deputi Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Susiati Dewi dalam acara Seminar Kolaborasi Industri Perbankan dan Fintech Dalam Sistem Pembayaran di Jakarta, Kamis (21/2/2019). 


Susi menambahkan, perkembangan dalam industri fintech saat ini berjalan dengan cepat. Regulator mesti menyesuaikan kembali dalam hal layanan dan risiko. Beberapa kebijakan, kata Susi, sudah diharmonisasikan. BI sudah mengeluarkan aturan mengenai fintech dan OJK mengeluarkan aturan inovasi keuangan digital.


"Kita tidak bisa bicara posisi statis. Lima bulan kemudian ketinggalan inovasi dan fitur fintech. BI lagi-lagi regulator biasanya ketinggalan. Kita [seperti] naik bajaj dan temen-temen fintech naik Ferarri. Kita tentu akan lakukan perubahan," ucap Susi.

Pada perkembangannya, lanjut Susi, dengan ramainya industri fintech maka layanan sistem pembayaran dan khususnya aktivitas transfer dana akan menjadi sesuatu yang 'seksi' untuk diberikan kepada masyarakat. Ia menyebut, bila fintech disebut menyebabkan disrupsi justru Bank Indonesia melihat ini menjadi peluang untuk memperdalam akses keuangan lebih luas. Misalnya, ada UMKM di Indonesia yang belum terfasilitasi bisa didanai melalui fintech.

Namun, industri ini pun menghadapi sejumlah tantangan, yaitu pasar tenaga kerja yang mengkhawatirkan, ketimpangan pendapatan di perkotaan dan pedesaan. "Tujuannya fintech masuk target-target yang tidak tersentuh saat ini. Tujuan akhir inklusi dari sisi financing, produktivitas dan jaga stabilitas. Jangan sampai keuangan figital membawa dampak buruk ke Indonesia," lanjut Susi.

Meski terkesan belum sempurna, kata Susi, nyatanya Indonesia tidak terlalu tertinggal.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading