Fintech Belum Kebagian Biaya Transfer Rp 2.500, Kenapa?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
03 June 2022 16:35
Petugas keamanan BRI tengah menjaga areal galeri ATM.

Jakarta, CNBC Indonesia - Layanan fintech belum mendapatkan kesempatan ikut BI Fast atau transfer antarbank Rp 2.500. Pihak Bank Indonesia (BI) menyatakan saat ini mereka sedang fokus pada perbankan lebih dulu.

"Di ketentuan kita menyebutkan peserta BI Fast bisa yang memenuhi syarat. Saat ini KSEI juga menjadi peserta BI Fast," kata Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, pada Kamis (2/6/2022). "PJP (Penyelenggara Jasa Pembayaran) bisa bank dan Non-bank. Tetapi saat ini kita masih fokus pada perbankan lebih dulu."

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta (Tangkapan Layar Webinar)Foto: Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta (Tangkapan Layar Webinar)
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta (Tangkapan Layar Webinar)

Hingga saat ini sudah ada 52 peserta BI Fast. Pada Batch 1 terdapat 21 peserta yang seluruhnya berasal dari perbankan.


Kita masih fokus pada perbankan lebih dulu Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta

Sementara itu Batch 2 ada 23 peserta dan salah satunya adalah non-bank yakni KSEI. Batch 3 sejauh ini memiliki 8 peserta dan seluruhnya adalah bank.

Fillianingsih menambahkan pada saatnya diperluas ke layanan fintech, perusahaan juga tetap harus memenuhi persyaratan. Mulai dari kelembagaan, kinerja keuangan, juga kapabilitas dari sistem informasinya.

Setelah memenuhi kriteria itu, akan dilihat lagi lewat kriteria 3C yakni contribution, capability dan collaboration.

"Lalu kedua setelah memenuhi kriteria umum, dilihat lagi memenuhi kriteria 3C, contribution bagaimana di sistem pembayaran, capability bagaimana permodalan segala, collaboration-nya networking-nya bagaimana apakah sudah terhubung," jelasnya.

Berikutnya setelah lolos harus memenuhi kesiapan dari beberapa aspek, mulai dari SDM, teknologi dan teknis. Perusahaan yang bergabung memang harus memiliki kapasitas besar.

"Baru bagaimana bisa bergabung partisipan, diberikan persetujuan. Memang punya kapasitas besar, mereka punya market share besar, transaksi ritel," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Warga RI Kecanduan Transfer Antar Bank Rp 2.500, Ini Buktinya


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading