Psst.. Dua Orang Ini Ingin Mem-Blockchainkan Indonesia

Tech - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
17 February 2019 15:16
Psst.. Dua Orang Ini Ingin Mem-Blockchainkan Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia- Hara Token merupakan satu dari beberapa yang telah menggunakan blockchain dalam pertukaran data di industri pertanian. Bahkan seorang Chatib Basri, Mantan Menteri Keuangan ditunjuk menjadi advisor-nya.

Lebih jauh, ada dua orang lain yang berambisi dan memiliki impian besar. Adalah Pandu Sastrowardoyo dan Pietra Sarosa. Dua orang tersebut kini mengembangkan blockchain yang dihubungkan dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).


Pandu, Co Founder dan mantan Chairwoman Blockchain Zoo merupakan salah satu dari beberapa orang yang melakukan pengembangan blockhain di Indonesia.


Sekretaris Jenderal Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) ini berkiprah di bidang teknologi sebagai Teritory General Manager IBM selama beberapa tahun.

Sedangkan Pietra Sarosa berkiprah selama 15 tahun di bidang UMKM dan Franchise Consultant. Wakil Komisi Tetap Bidang Industri Kreatif dan MICE Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2013-2016 ini juga sempat menjabat sebagai Komisaris dari Asosiasi Franchise Indonesia (AFI).

Keduanya mengembangkan sebuah startup bernama Kendi alias Keuangan Digital. Di belakangnya adalah Johnny Swandi Sjam, sebagai Presiden Komisarisnya. Johnny merupakan Mantan CEO Indosat, yang pernah menjabat Komisaris PT Inti dan Telkom.

Tak lupa, Yos Adiguna Ginting, sebagai Key Strategic Advisor yang merupakan Komisaris dari PT HM Sampoerna Tbk juga ikut berada di balik Kendi.

Psst.. Dua Orang Ini Ingin Mem-Blockchainkan Indonesia Foto: Istimewa


Kendi menggunakan blockchain untuk merambah kelas paling bawah dalam kasta perdagangan, yakni Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

"Blockchain adalah teknologi yang menjadi basis dari Bitcoin. Tapi Blockchain bukan Bitcoin, bukan hanya untuk mata uang. Teknologi peer to peer dengan enkripsi ini memungkinkan berbagai pihak bekerja sama," kata Pietra kepada CNBC Indonesia, Sabtu (15/2/2019).

Kendi merupakan platform Inovasi Keuangan Digital modern untuk UMKM yang untuk pertama kalinya menggabungkan sistem Point-of-Sale, P2P Funding, dan teknologi Blockchain.

"Aplikasi ini menyediakan fasilitas pencatatan transaksi, pelaporan dan analisis keuangan, pendanaan, serta audit bisnis transparan untuk meningkatkan skala bisnis UMKM Indonesia," katanya.

Pandu Sastrowardoyo menambahkan, selama ini UMKM mengalami kesulitan untuk mendapatkan tambahan modal lewat perbankan maupun pemberi pinjaman lainnya untuk melakukan peningkatan skala bisnis.

Hal ini dikarenakan kurangnya literasi finansial dan digital yang menyebabkan rendahnya validitas data yang diberikan UMKM kepada pemberi pinjaman.

"Dengan Kendi, UMKM dapat memiliki data keuangan yang memadai, sehingga menumbuhkan trust dari pemberi pinjaman," jelas Pandu.

Pandu menambahkan kunci utamanya ada di mudahnya penggunaan, atau ease-of-use. Aplikasi Kendi mempermudah UMKM melakukan input data dengan prinsip one-handed atau satu tangan.

"Lebih mudah dari mempergunakan kalkulator sayur sekalipun," pungkasnya.

Data yang masuk tersebut nantinya akan dijaga oleh Blockchain yang node-nya dipasang di beberapa pihak, sehingga tidak bisa diutak-atik oleh siapapun. Pemberi pinjaman atau lender dapat melihat data secara jelas, sehingga kepercayaan antara UMKM dan lender dapat terbangun.

Dari Kendi ini, Pandu dan Pietra berusaha untuk membangun blockchain dengan menunjukkan bahwa teknologi canggih di belakang Bitcoin ini bisa membantu UMKM. "Kita ingin memblokchainkan Indonesia. Teknologi yang mampu memangkas cost dari sebuah transaksi. Tak perlu diragukan lagi, dan sudah terbukti," jelas Pandu.

"Jika seluruh elemen logistik, distribusi, sampai jasa keuangan menggunakan blockchain maka ongkos dari sebuah transaksi bisa dipangkas lebih besar. Memblockhainkan industri sebuah tema besar ke depan."

Saksikan video soal Bitcoin di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC] (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading