T-Cash Jadi LinkAja, BUMN Bersatu Tantang Go-Pay & OVO

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
04 February 2019 09:53
T-Cash Jadi LinkAja, BUMN Bersatu Tantang Go-Pay & OVO
Jakarta, CNBC Indonesia - Terjawab sudah rencana PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mendirikan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) di bawah PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) Indonesia. Fintech ini akan menjadi induk dan pengelola layanan dompet digital dan milik BUMN yang diberi nama LinkAja.

LinkAja nantinya akan menggabungkan produk T-cash milik Telkomsel, Yap! milik BNI, e-Cash milik Bank Mandiri dan T-bank dari Bank BRI. Untuk tahap awal, Telkomsel telah mengalihkan T-cash ke Finarya dan bertransformasi menjadi LinkAja.

dalam Pengumuman perusahaan, T-cash akan berubah menjadi LinkAja mulai 21 Februari 2019.


"LinkAja merupakan sebuah layanan keuangan elektronik yang merupakan sinergi layanan keuangan elektronik dari berbagi Bank Usaha Milik Negara (BUMN)," ujar manajemen T-cash seperti dikutip dari Website, Senin (4/2/2019).

Sumber CNBC Indonesia mengatakan perubahan T-Cash menjadi LinkAja merupakan pengenalan awal dompet digital bersama BUMN dan jadi produk utama untuk dompet digital.

"Tidak ada lagi produk dompet digital bank BUMN. Semua akan dilebur ke T-Cash yang bertransformasi jadi LinkAja. LinkAja rencananya akan diluncurkan 1 Maret 2019," ujar Sumber CNBC Indonesia, Sabtu (2/2/2019).

Sumber tersebut menambahkan pembentuk Finarya sebagai rumah bagi layanan dompet digital BUMN sudah digodok sejak kuartal III-2018 lalu. Fintech ini disiapkan untuk menghadapi GoPay dan OVO yang tumbuh pesat kurang dalam lima tahun dan membuat produk dompet digital BUMN kurang diminati masyarakat.

Dengan penggabungan ini diharapkan BUMN lebih bisa bersaing dengan OVO dan Go-Pay dan maksimal menggarap nasabah dan pelanggan Telkomsel. Saat ini pelanggan T-Cash 30 juta pelanggan sementara pelanggan Telkomsel mencapai 200 juta orang. Bank BUMN juga rata-rata memiliki jumlah nasabah di atas 10 juta orang.

"LinkAja diputuskan di bawah fintech Finarya karena produk ini sulit bersaing bila di bawah perbankan yang harus comply dengan berbagai aturan regulator. Berbeda dengan Go-Pay dan OVO yang dengan cepat menyesuaikan dengan kebutuhan penggunannya," jelas sumber CNBC Indonesia.

"Dengan di bawah fintech, produk LinkAja akan lebih mudah untuk berinovasi tetapi keamanan dan perlindungan nasabah tidak akan hilang karena ada bank BUMN yang akan mengawasi dengan ketat soal itu."

Hingga berita ini diturunkan CNBC Indonesia belum berhasil mendapatkan komentar dari kementerian BUMN.




(roy/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading