Fintech

Dirikan Fintech Lending, Astra Rogoh Kocek Rp 187,74 M

Tech - Gita Rossiana, CNBC Indonesia
05 September 2018 16:47
Astra memiliki 60% saham fintech lending ini, sisanya 40% milik Welab, fintech asal Hong Kong.
Jakarta, CNBC Indonesia - PT. Astra International Tbk (ASII) akhirnya membentuk perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending di bawah PT. Federal International Finance (FIF) Group yang diberi nama PT. Astra Welab Digital Arta (AWDA) .

Perusahaan yang merupakan hasil kerjasama dengan perusahaan fintech asal Hongkong ini dibentuk dengan investasi US$ 21 juta. Dalam hal ini Astra merogoh kocek sekitar US$ 12,6 juta atau setara Rp 187,74 miliar (asumsi US$1 = Rp 14.900).

Direktur Astra International Suparno Djasmin menjelaskan, dalam membentuk perusahaan P2P lending tersebut, Astra memiliki porsi saham yang lebih besar, yakni 60%. Sedangkan Welab mencapai 40%."Porsi investasinya juga disesuaikan dengan porsi saham," ujar dia di Hotel Westin, Rabu (5/9/2018).


Suparno mengatakan, dengan adanya AWDA, hal tersebut tidak berarti pihaknya tidak mengembangkan bisnis otomotif yang selama ini sudah digeluti. Dia mengungkapkan, sebagai perusahaan yang berada di bawah FIF, AWDA akan melayani segmen-segmen pembiayaan yang selama ini tidak terlayani oleh FIF.

Kemudian, AWDA juga bisa mensinergikan bisnisnya dengan lembaga Astra Financial lainnya. "Konsumer AWDA bisa melakukan transaksi ataupun angsuran melalui bank yang ada di Astra," ucap dia.

Sinergi lainnya adalah melalui rekomendasi service motor di bengkel milik Honda kepada konsumen AWDA. "Misalnya, konsumen butuh pinjaman Rp 1-2 juta dari AWDA untuk service motor, bisa disinergikan dengan ekosistem yang ada di Astra Group,"kata dia.

Presiden Direktur AWDA Rina Apriana menjelaskan, fasilitas pinjaman yang disediakan AWDA adalah pinjaman dengan plafon Rp 1-3,5 juta dengan tenor 10-30 hari. Selain itu, ada pula fasilitas pinjaman installment sekitar 2-8 juta dengan tenor 3-6 bulan.

"Kalau untuk target customer kami belum bisa menjelaskan, tapi yang pasti target kami sangat besar," terang dia



(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading