Fintech

Semua Negara Belum Temukan Solusi Pajaki Ekonomi Digital

Tech - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
22 March 2018 15:32
Semua Negara Belum Temukan Solusi Pajaki Ekonomi Digital
Jakarta, CNBC Indonesia - Seluruh negara anggota G-20, tak terkecuali bagi Indonesia belum menemukan solusi jitu untuk menerapkan sistem perpajakan yang adil dan efektif antara perusahaan konvensional dan kegiatan-kegiatan ekonomi digital.

Dalam pertemuan Menteri Keuangan dam Gubernur Bank Sentral G-20 di Buenos Aires, Argentina, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, semua bendahara negara dunia masih menghadapi tekanan yang tidak mudah terkait hal itu.

"Yaitu tantangan teknis dan politis, bagaimana memperlakukan pajak yang adil dan efektif terhadap ekonomi digital dan e-commerce," kata Sri Mulyani, dikutip CNBC Indonesia melalui akun Facebook-nya, Kamis, (22/3/2018).


Menurut Sri Mulyani, masih ada perbedaan pandangan mengenai letak sumber nilai tambah kegiatan-kegiatan ekonomi digital. Mulai dari sisi konsumen, sumber data, atau pada sistem algoritma yang menyediakan penyedia layanan digital.

"Ancaman dari segi perpajakan adalah terjadi erosi basis pajak, dan kompleksitas penetapan dimana nilai tambah terjadi," jelasnya.

Bagi Indonesia, sambung dia, terus memperjuangkan posisi agar negara berkembang dapat memperoleh hak pajak yang adil dari perusahaan digital, baik yang beroperasi global seperti Facebook Google, Twitter, Amazon, Lazada, Uber, Grad dan lainnya.

"Sumber pajak dan kewajiban pajak ditentukan bukan oleh lokasi kantor pusat atau cabang, namun oleh significatnt economic presense," katanya.

Maka dari itu, Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) diharapkan dapat menyampaikan rekomendasi kebijakan yang bisa dilakukan secara bersama dalam menghadapi era digital ekonomi. (roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading