Pemerintah Lelang Sukuk Lagi Hari Ini, Hasilnya? 11-12 Lah...

Syariah - Maesaroh & Maesaroh, CNBC Indonesia
23 March 2022 14:23
Indonesian rupiah banknotes are counted at a money changer in Jakarta, Indonesia, May 9, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara/SBSN tambahan (Greenshoe Option) pada Rabu, 23 Maret 2022. Dari lima seri yang ditawarkan, dua tidak mampu menarik investor.

Tawaran yang masuk pada lelang hari ini mencapai Rp 2,19 triliun. Jumlah utang yang diserap pemerintah pada lelang tersebut sebesar Rp 2,19 triliun, seluruhnya diambil.


Pada lelang Sukuk hari ini, ada lima seri yang ditawarkan yaitu Seri PBS031, PBS032, PBS029, PBS030 dan PBS033. Seri PBS031 dan PBS032 yang masing-masing memiliki jatuh tempo pada 15 Juli 2024 dan 15 Juli 2026 tidak terjual.

Sementara itu, tawaran yang masuk untuk Seri PBS029 yang jatuh tempo pada 15 Maret 2034 mencapai Rp 1,535 triliun. Seri PBS033 yang jatuh tempo pada 15 Juni 2047 mendatangkan tawaran masuk sebesar Rp 0,65 triliun. Sementara itu seri PBS030 yang jatuh tempo pada 15 Juli 2028 mendatangkan tawaran sebanyak Rp 0,005 triliun.


Lelang tambahan pada hari ini dilakukan setelah pada lelang reguler pada Selasa (22/3/2022), pemerintah hanya mampu menjual Rp 2,8 triliun. Penawaran yang masuk hanya mencapai Rp 13,39 triliun.

Penawaran yang masuk pada lelang sukuk terus menurun tajam. Sebagai catatan, pada lelang pertama Sukuk pertama (11/1) bids yang masuk mencapai Rp 55,35 triliun sementara yang diambil sebesar Rp11 triliun. Pada lelang sukuk kedua, jumlah penawaran yang masuk masih menyentuh Rp 38,3 triliun tetapi jumlah penawaran yang masuk terus jatuh menjelang Maret.

Pada lelang  Selasa (22/3/2-22), jumlah penawaran yang masuk hanya mencapai Rp 13,39 triliun rupiah. Jumlah penawaran tersebut merupakan yang terendah dalam tahun ini. Jumlah tersebut juga menurun drastis dibandingkan yang tercatat pada lelang dua pekan sebelumnya yakni Rp 15,3 triliun.

Dari jumlah yang masuk, pemerintah hanya menyerap utang sebesar Rp 2,8 triliun, tidak sampai setengah dari yang diserap pada dua pekan sebelumnya ( Rp 6,2 triliun). Jumlah yang diambil juga jauh lebih kecil dibandingkan yang ditetapkan dalam target indikatif yakni Rp 9 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perang Bikin Investor Wait and See, Lelang Sukuk Sepi Peminat


(mae/mae)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading