Arab Saudi Buka Lagi Ibadah Haji, Cek Kurs Riyal Hari Ini

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
10 May 2021 17:55
Dollar and Riyal banknotes are seen in this picture illustration taken May 8, 2017. Picture taken May 8, 2017. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengumumkan ibadah haji 2021 boleh dilakukan, tetapi dengan persyaratan kesehatan dan keselamatan akan menjadi catatan khusus karena pandemi penyakit virus corona (Covid-19) masih belum berakhir. Sementara itu, kurs riyal justru jeblok pada perdagangan Senin (10/5/2021).

Mengutip Saudi Gazzette Senin (10/5/2021), Kementerian Haji dan Umrah mengatakan semua standar dan peraturan kesehatan akan diterapkan untuk menjaga para jamaah. "Institusi kesehatan akan menilai situasi dan mengambil semua langkah untuk menjaga kesehatan seluruh umat," tambah kementerian Minggu (9/5/2021).

Meski demikian, langkah spesifik belum diumumkan. Pemerintah berjanji merilis beberapa waktu ke depan.


Sementara itu, riyal pada perdagangan hari ini sempat anjlok hingga 1,13%, sebelum mengakhiri perdagangan di Rp 3.785/SAR melemah 0,58% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang terlemah sejak 26 Februari.

Jebloknya riyal pada hari ini sebenarnya mengikuti dolar Amerika Serikat (AS), yang merosot 0,6%. Arab Saudi menerapkan kebijakan fixed exchange rate mata uang riyal terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak tahun 1986. US$ 1 ditetapkan setara 3,75 riyal.

Dengan kebijakan tersebut naik turunnya nilai tukar riyal melawan rupiah menjadi sama persis dengan dolar AS melawan rupiah, meski dengan persentase yang berbeda. Bagaimana pun kondisi perekonomian Arab Saudi, pergerakan mata uangnya akan selalu copy paste dari dolar AS.

Sementara itu rupiah sedang perkasa belakangan ini, sebab aliran modal mulai masuk ke dalam negeri dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, kabar baik juga datang hari ini dari Bank Indonesia (BI). Setelah setahun 'tiarap', akhirnya konsumen Indonesia kembali percaya diri dalam memandang perekonomian.
Hal ini tercermin dalam Survei Konsumen edisi April 2021 di mana Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di 101,5. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 93,4.

IKK menggunakan angka 100 sebagai titik mula. Kalau sudah di atas 100, maka artinya berada di zona optimistis, konsumen pede dalam memandang prospek perekonomian saat ini hingga enam bulan ke depan.

IKK adalah salah satu indikator mula (leading indicator) yang berguna untuk 'menerawang' arah perekonomian ke depan. Jadi saat IKK positif, maka kemungkinan prospek ekonomi ke depan bakal cerah.

"IKK April 2021 merupakan angka optimistis pertama sejak April 2020. Keyakinan konsumen terpantau membaik pada seluruh kategori tingkat pengeluaran responden, tingkat pendidikan, dan kelompok usia responden. Secara spasial, keyakinan konsumen membaik di seluruh kota yang disurvei (18 kota), tertinggi di kota Padang, diikuti oleh Bandung dan Pangkal Pinang," sebut keterangan tertulis BI, Senin (10/5/2021).

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading