Fasilitas Minyak Arab Saudi Dirudal, Kurs Riyal Malah Melesat

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
08 March 2021 19:00
A station attendant returns Saudi Riyal cash to customer after he refuels his car at a gas station in Riyadh, Saudi Arabia, Monday, Dec. 9, 2019. (AP Photo/Amr Nabil)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar riyal Arab Saudi menguat cukup tajam melawan rupiah pada perdagangan Senin (8/3/2021), saat fasilitas minyak mentah milik Aramco diserang rudal. Aramco merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arab Saudi, dan merupakan salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia.

Melansir data Refinitiv, riyal pada perdagangan hari ini menguat 0,43% ke Rp 3.825/SAR. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 6 November 2020 lalu.

Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan pada Minggu (7/3/2021) pesawat drone menyerang pelabuhan minyak milik Arab Saudi, dan rudal balistik juga menargetkan fasilitas Aramco.


Salah satu area tangki minyak di Pelabuhan Ras Tanura di Wilayah Timur, pelabuhan minyak terbesar di dunia, pagi ini diserang oleh pesawat tak berawak dari laut," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh pejabat Saudi, dikutip AFP dari kantor berita setempat, Senin (8/3/2021).

"Rudal balistik jatuh di dekat daerah pemukiman Saudi Amarco, di Dhahran, di mana ribuan karyawan perusahaan dan keluarga mereka dari berbagai negara tinggal."
"Serangan itu menargetkan tulang punggung ekonomi dunia, pasokan minyak dan keamanan energi global," kata kementerian.

Belum ada laporan soal adanya korban dan kerusakan. Dalang yang bertanggung jawab juga belum terungkap, namun pelaku serangan diarahkan ke pemberontak Houthi di Yaman.

Akibat serangan tersebut, harga minyak mentah melesat pada perdagangan hari ini, karena ada kecemasan akan terjadinya gangguan supply minyak mentah.

Harga minyak mentah jenis Brent hari ini melesat nyaris 3% ke US$ 71,38/barel, melansir data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Januarin 2020, atau sebelum virus corona dinyatakan sebagai pandemi dan membuat harga minyak mentah jeblok.

Sebelum hari ini, harga minyak mentah memang sudah tinggi, yang menjadi salah satu alasan kuatnya kurs riyal. Arab Saudi merupakan negara yang mengandalkan minyak mentah sebagai sumber pendapatan serta penggerak perekonomian. Sehingga ketika harga minyak mentah sedang tinggi, pendapatan negara akan meningkat, dan perekonomian menggeliat. Alhasil kurs riyal jadi menguat.

Selain itu, kurs riyal sebenarnya memiliki korelasi yang kuat dengan dolar AS, bahkan bisa dikatakan mirroring. Ketika dolar AS menguat melawan rupiah, maka riyal juga mencatat kinerja positif. Dolar AS hari ini menguat 0,45% melawan rupiah, sementara riyal mengikuti sebesar 0,42%.


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading