Internasional

Ngeri! Utang Arab Makin Bengkak, Defisit Rp1,1 Kuadrilun

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
16 December 2020 14:57
A Honor Guard member is covered by the flag of Saudi Arabia as Defense Secretary Jim Mattis welcomes Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman to the Pentagon with an Honor Cordon, in Washington, Thursday, March 22, 2018. (AP Photo/Cliff Owen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan Arab Saudi memproyeksikan defisit anggaran 2020 melonjak menjadi sekitar US$ 79 miliar (Rp 1,1 kuadriliun, asumsi Rp 14.148/US$).

Hal ini terjadi ketika negara eksportir minyak mentah utama dunia itu terhuyung-huyung akibat penurunan ekonomi yang disebabkan oleh virus corona.


"Diproyeksikan defisit anggaran akan meningkat pada akhir tahun 2020 menjadi sekitar 298 miliar riyal, dan kami bertujuan untuk menguranginya pada akhir tahun 2021 menjadi 141 miliar riyal (US$ 37,6 miliar)," tegas kementerian keuangan dikutip dari AFP, Rabu (16/12/2020).

Padahal akhir tahun lalu, kerajaan memproyeksikan defisit anggaran US$ 50 miliar (Rp 707 triliun) untuk 2020, naik US$ 15 miliar (Rp 212 triliun) pada 2019.

Riyadh telah membukukan defisit anggaran setiap tahun sejak penurunan harga minyak terakhir pada tahun 2014. Ini mendorong negara-petro tersebut untuk meminjam banyak dan menarik cadangannya untuk menutup kekurangan tersebut.

Negara kerajaan itu juga memperketat ikat pinggangnya dan terus maju dengan aturan penghematan di tengah harga minyak yang rendah.

Pendapatan minyak di Arab menyumbang lebih dari dua pertiga pendapatan publik. Pada November, perusahaan energi raksasa Aramco membukukan penurunan laba 44,6% untuk kuartal ketiga, akibat permintaan global untuk minyak mentah yang rendah sepanjang pandemi Covid-19.

Para ahli ekonomi mengatakan Arab Saudi membutuhkan harga minyak mentah sekitar US$ 80 (Rp 1,1 juta) per barel untuk menyeimbangkan anggarannya. Ini lebih tinggi dari harga saat ini sekitar US$ 50 (Rp 707 ribu).


Halaman 2>>

Alasan Utang Numpuk
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading