Dalam Sepekan, Kurs Riyal Arab Saudi Melesat 2,13%

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
03 July 2020 19:29
A station attendant returns Saudi Riyal cash to customer after he refuels his car at a gas station in Riyadh, Saudi Arabia, Monday, Dec. 9, 2019. (AP Photo/Amr Nabil)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar riyal Arab Saudi mencatat penguatan sepanjang pekan ini melawan rupiah. Bahkan jika melihat lebih ke belakangan, riyal sudah menguat dalam 7 hari beruntun.

Pada perdagangan hari ini, Jumat (3/7/2020), riyal menguat 1,02% ke Rp 3.852/SAR di pasar spot, melansir data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam 1 bulan terakhir. Sementara dalam sepekan, riyal tercatat menguat 2,13%.


Sejak awal pekan, rupiah terseret memburuknya sentimen pelaku pasar akibat risiko resesi global yang dalam, serta penyebaran virus corona gelombang kedua. Isu resesi yang dalam kembali merebak setelah Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) merilis proyeksi ekonomi global terbaru.

Dalam rilis terbarunya yang berjudul "A Crisis Like No Other, An Uncertain Recovery" IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi minus 4,9% lebih dalam dari proyeksi yang diberikan April lalu sebesasr minus 3%. Itu artinya, resesi yang melanda dunia di tahun ini diprediksi makin dalam.

Ketika sentimen pelaku pasar membaik merespon data-data ekonomi dari China dan Amerika Serikat (AS), rupiah justru terpukul akibat risiko kenaikan inflasi di Indonesia.

Hal ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) Senin lalu setuju "sharing the pain" dengan pemerintah dalam rangka memerangi pandemi penyakit virus corona (Covid-19). BI setuju untuk membeli obligasi pemerintah tanpa bunga alias zero coupon.

Ahli strategi mata uang di DailyFX, Margaret Yang, sebagaimana dikutip Reuters mengatakan saat bank sentral di negara berkembang membeli obligasi pemerintahnya dengan mata uang sendiri, maka akan menciptakan inflasi.

"Bank Sentral AS (The Fed) melakukan hal yang sama, tetapi situasinya berbeda karena dolar AS adalah mata uang dunia, jadi uang tidak hanya beredar di Amerika Serikat, tetapi juga ke seluruh dunia," katanya.

Ketika inflasi meningkat, maka daya tarik investasi di Indonesia menjadi menurun, sebab riil return yang dihasilkan menjadi lebih rendah. Akibatnya, rupiah tak mampu menguat sekalipun melawan riyal di pekan ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading