Arab Saudi "Perang Dagang", Kurs Riyal Apa Kabar?

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
23 June 2020 19:19
audi Riyal banknotes. Saudi British Bank reported profits up 8.8 per cent in third quarter. Faisal Al Nasser/Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi resmi menaikkan bea masuk terhadap 575 produk pada 18 Juni 2020 lalu melalui General Authority of Saudi Customs. Kenaikan bea masuk tersebut tentunya mengingatkan akan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, kedua negara saling balas menaikkan bea masuk pada tahun lalu.

Saat Arab Saudi menaikkan bea impor tersebut, kurs riyal terus menguat melawan rupiah. Pada hari ini menguat tipis 0,03% Rp 3.761/SAR setelah 2 hari sebelumnya riyal menguat 0,24% dan 0,45%. Kenaikan bea masuk itu dalam rangka reformasi fiskal untuk menyelamatkan perekonomian yang merosot akibat pandemi penyakit virus corona (Covid-19).

Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed Al-Jadaan mengatakan keuntungan dari sisi ekonomi dari kenaikan beam masuk belum akan terasa di tahun ini akibat penurunan konsumsi secara umum.


"Kenaikan bea masuk akan membantu perekonomian tahun depan dan tahun-tahun setelah kita lepas dari krisis Covid-19," ujarnya sebagaimana dilansir Bloomberg.

Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena dampak kenaikan bea masuk.

"Kenaikan bea masuk yang ditetapkan Arab Saudi berpotensi menekan ekspor negara-negara mitra Arab Saudi, termasuk Indonesia. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang telah memukul perekonomian negara-negara di dunia," kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Selasa (23/6).

"Untuk itu, Kementerian Perdagangan segera menyusun langkah-langkah strategis untuk menjaga kinerja ekspor nasional. Salah satunya, dengan meningkatkan kolaborasi dan koordinasi dengan para perwakilan perdagangan yang bertugas di wilayah Timur Tengah," sebut Agus.

Langkah lainnya yang dapat dilakukan yaitu melalui kerja sama bilateral. Negara-negara mitra Arab Saudi yang telah memiliki kerja sama bilateral dikecualikan dari kenaikan bea masuk tersebut.

"Kami juga akan berupaya melakukan pendekatan bilateral dengan negara-negara mitra dagang agar produk Indonesia kompetitif di negara tujuan ekspor. Dalam hal ini, kami akan melihat peluang untuk bekerja sama dengan Dewan Kerja Sama Negara-negara Teluk (Gulf Cooperation Council). Segala upaya akan kami lakukan untuk terus menjaga kinerja ekspor Indonesia," jelas Agus.

Ia juga menyampaikan agar para pelaku ekspor tetap mempertahankan optimisme menghadapi tantangan ini. Termasuk meningkatkan kualitas produk yang ditawarkan. "Kami juga meminta para pelaku ekspor untuk terus mengelaborasi peluang yang ada untuk masuk ke wilayah Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, dengan meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia," katanya.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

Saksikan video terkait di bawah ini:

Menanti Mega Merger Bank Bumn Syariah


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading