Kasus COVID-19 di Arab Saudi Tembus 1.000, Kurs Riyal Melemah

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
27 March 2020 08:12
Kasus COVID-19 di Arab Saudi Tembus 1.000, Kurs Riyal Melemah
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar riyal Arab Saudi (SAR) melemah melawan rupiah di awal perdagangan Jumat (27/3/2020) melanjutkan pelemehan dua hari sebelumnya.

Pada pukul 08:05 WIB, SAR 1 setara dengan Rp 4.285 di mana riyal melemah 1,08% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sementara Dalam dua perdagangan sebelumnya, riyal melemah 1,05% dan 0,6%. Riyal kini menjauhi level terkuat sepanjang sejarah Rp 4.425/SAR yang dicapai di awal pekan ini. 

Pandemi virus corona (COVID-19) masih menjadi penggerak utama pasar keuangan global. Di Arab Saudi kini sudah lebih dari 1.000 orang terinfeksi virus corona.


Berdasarkan data dari Johns Hopkins CSSE, hingga saat ini jumlah kasus di Arab Saudi mencapai 1.012 kasus, dengan 3 orang meninggal dan 33 orang sembuh.

Sementara di Indonesia, hingga Kamis kemarin sudah ada 893 kasus, dengan 78 orang meninggal dunia dan 35 orang dinyatakan sembuh.


Selain itu melemahnya kurs riyal juga tak lepas dari membaiknya sentimen pelaku pasar dalam dua hari terakhir, sehingga kembali masuk ke aset-aset berisiko dengan imbal hasil tinggi, dampaknya rupiah pun mendapat rejeki.

Membaiknya sentimen pelaku pasar tercermin dari rally bursa global belakangan ini, dan disusul melesatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis kemarin. 

IHSG melesat 10,19% mengakhiri perdagangan Kamis di level 4.388,904. Persentase kenaikan IHSG hari ini merupakan yang terbesar sejak 8 Juni 1999. Berdasarkan data dari RTI, investor asing melakukan aksi beli bersih Rp 670,13 miliar di pasar reguler dan non-reguler

Sementara di pasar obligasi, yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun turun 4,7 basis poin (bps) menjadi 8,275%.

Sebagai informasi, pergerakan yield berbanding terbaik dengan harganya, ketika yield naik berarti harga sedang turun, sebaliknya ketika yield turun artinya harga sedang naik. Ketika harga naik, itu berarti sedang ada aksi beli di pasar obligasi.

Aksi beli di pasar saham dan obligasi tersebut membuat rupiah menjadi perkasa pada perdagangan Kamis kemarin, dan berlanjut pada hari ini.


TIM RISET CNBC INDONESIA 


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading