Kurs Riyal Awal Pekan: Naik Tipis ke Rp 3.647

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
17 February 2020 09:44
Isu virus corona masih menjadi penggerak utama pasar finansial di awal pekan ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar riyal Arab Saudi (SAR) menguat melawan rupiah pada perdagangan Senin (17/2/2020) setelah melemah tipis pada pekan lalu. Isu virus corona masih menjadi penggerak utama pasar finansial di awal pekan ini.

Pada pukul o9:25 WIB, SAR 1 setara dengan Rp 3.647. Riyal menguat 0,05% di pasar spot melansir data Refnitiv.

Berikut kurs jual beli riyal yang diambil dari situs resmi beberapa bank nasional pada pukul 09:30 WIB.


BankKurs BeliKurs Jual
Bank BNI3.617,003.682,00
Bank BRI3.609,553.635,93
Bank Mandiri3.620,003.680,00
Bank BTN3.428,003.875,00
Bank BCA3.634,553.664,55
CIMB Niaga3.647,003.651,00

Berdasarkan data satelit pemetaan ArcGis dari John Hopkins CSSE, korban meninggal akibat virus corona atau yang disebut Covid-19 kini mencapai 1,775 orang dan telah menjangkiti lebih dari 71.000 orang di berbagai negara.

Masih belum diketahui seberapa besar dampak virus corona ke pertumbuhan ekonomi China dan global umumnya, yang pasti akan melambat. Hasil riset S&P memprediksi produk domestic bruto (PDB) Negeri Tiongkok akan terpangkas hingga 1,2 poin persentase.

Kemudian, Reuters melakukan jajak pendapat terhadap 40 ekonom yang hasilnya pertumbuhan ekonomi China kuartal I-2019 diperkirakan sebesar 4,5%. Jauh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 6%. Untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020, proyeksinya adalah 5,5%. Juga jauh melambat dibandingkan realisasi 2019 yang sebesar 6,1%.

Sementara itu Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menyatakan virus corona mungkin akan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global di tahun ini.

"Mungkin ada pemotongan yang kami masih harapkan akan berada dalam persentase 0,1-0,2," kata direktur pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, dikutip dari AFP akhir pekan kemarin.


Pelambatan ekonomi global menjadi kabar buruk bagi rupiah. Di awal tahun ini, rupiah menunjukkan keperkasaan, bahkan sempat menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di dunia. Salah satu sebabnya adalah pertumbuhan ekonomi global yang diprediksi bangkit di tahun ini, sehingga aliran modal deras masuk ke Indonesia, di mana aset-aset memberikan imbal hasil tinggi.

Dengan perekonomian global yang diprediksi melambat, tentunya sentimen pelaku pasar memburuk dan lebih berhati-hati. Apalagi Indonesia tidak lepas dari pelambatan ekonomi juga.

Bank Dunia mengatakan pelambatan ekonomi China sebesar 1% dapat membuat ekonomi Indonesia melambat 0,3%. Itu artinya, perekonomian Indonesia bisa melambat lebih dari 0,3% di kuartal I-2020, dampaknya pasar finansial dalam negeri mendapat tekanan.

Selain itu, kepala ekonom BCA juga mempredikisi pertumbuhan ekonomi di 2020 akan di bawah 5%, sementara untuk kuartal I-2020 diperkirakan berada dalam kisaran 4,6% sampai 4,9% pada kuartal I-2019.

"Kemungkinan full year juga akan di bawah 5%. Karena epidemi ini belum tuntas, dan kita sudah kehilangan momen di satu semester ini," kata David saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (17/2/2020).

Baca: Bahaya, Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa di Bawah 5% Gegara Corona

Akibatnya, rupiah kembali melemah melawan riyal pada hari ini, setelah menguat 0,14% pada pekan lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading