NPF Naik & CAR Turun, Inilah Kondisi Terkini Bank Muamalat

Syariah - Roy Franedya, CNBC Indonesia
14 January 2019 15:26
NPF Naik & CAR Turun, Inilah Kondisi Terkini Bank Muamalat Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana penerbitan saham baru (rights issue) yang dilakukan Bank Muamalat masih belum terealisasi meski sudah mendapat restu dari pemegang saham.

Rights issue tersebut pada dasarnya dimaksudkan untuk merevitalisasi keuangan Bank Muamalat yang tertekan dalam beberapa tahun terakhir akibat pembiayaan bermasalah. Sebenarnya, bagaimana kondisi keuangan Bank Muamalat terkini?

Pada periode Januari-September 2018, Bank Muamalat mencatatkan laba bersih Rp 108,79 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan setahun sebelumnya yang tercatat Rp 45,07 miliar. Namun, hingga akhir kuartal III-2018, Bank Muamalat sebenarnya mencatatkan pertumbuhan negatif pada beberapa rasio keuangan.


Total aset bank syariah pertama di Indonesia ini tercatat anjlok Rp6,85 triliun, atau 11% selama sembilan bulan pertama 2018. Pada akhir September 2018, aset tercatat Rp 54,85 triliun, sementara akhir 2017 masih Rp 61,7 triliun.

Pada sisi pembiayaan, penurunan signifikan tercatat pada piutang murabahah, yakni sebesar Rp 3,72 triliun. Pada akhir 2017, aset tercatat Rp 27,02 triliun, sementara pada akhir September 2018 tercatat Rp 23,29 triliun.

Piutang musyarakah juga turun Rp 3 triliun, dari Rp 19,86 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp 16,85 triliun pada akhir September 2018. Adapun penempatan di Bank Indonesia turun dari Rp 7 triliun menjadi Rp 3,72 triliun.

Dari sisi aset terjadi peningkatkan signifikan pada bagian surat berharga, yakni Rp 3,82 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp 9,95 triliun pada akhir September 2018. Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, peningkatan kepemilikan surat berharga terjadi karena proses tukar guling aset (asset swap) pada akhir kuartal II-2018.

Pada kuartal III-2018, bank yang kini dipimpin oleh Direktur Utama Achmad Kusna Permana ini mencatatkan pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) sebesar 2,98% secara gross dan 2,5% secara net.

NPF tersebut naik signifikan dibandingkan dengan kuartal II-2018 yang tercatat 1,65% secara gross dan 0,88% secara net.

Peningkatan NPF tersebut berperan menggerus rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) menjadi 12,12% pada akhir September 2018, sementara tiga bulan sebelumnya masih tercatat 15,92%.


(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading