Baznas: Milenial Hobi Zakat dan Beramal via Aplikasi Digital

Syariah - Lynda Hasibuan & Arina Yulistara, CNBC Indonesia
11 June 2018 15:27
Baznas: Milenial Hobi Zakat dan Beramal via Aplikasi Digital
Jakarta, CNBC Indonesia- Kini banyak orang tak lagi membayarkan zakat mereka melalui cara yang konvensional tapi lewat online. Tren pembayaran zakat digital ini sudah dirasakan sejak 2016. Hal tersebut diungkap oleh Deputi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta.

Berdasarkan data Baznas, pembayaran zakat digital naik 12% mulai 2016 sejak banyak platform serta e-commerce yang memberikan layanan untuk menunaikan zakat mereka. Diprediksi peningkatan bertambah 16% untuk tahun ini.




Arifin mengatakan, semua penyumbang zakat digital merupakan kaum milenial. Bahkan dituturkan oleh pria lulusan Universitas Indonesia itu, sebagian besar penyalur zakat memang milenial, bukan orang-orang kaya.

"Jadi anak-anak muda di Indonesia atau di negara muslim lainnya itu tingkat kepeduliannya tinggi meski terlihatnya suka dengan bermain gadget. Tapi bila diminta untuk membantu mereka memiliki cara tersendiri untuk menyalurkan bantuan itu," ujar   Deputi Baznas, Arifin Purwakananta kepada CNBC Indonesia.

Arifin melanjutkan dengan semangat milenial ini, Baznas kemudian mendorong pasar baru untuk berzakat. "Penyumbang zakat sebenarnya kebanyakan milenial, sebagian kecil orangtua. Donasi yang kami dapat juga bukan berasal dari orang kaya, hanya sedikit sekali, tapi kebanyakan dari anak muda yang baru bekerja, sarjana, kami lebih mendorong zakat untuk kelas menengah," jelas Arifin.

Sejauh ini, Arifin mengatakan bahwa hanya sepertiga dari 9 juta penyumbang zakat yang tercatat namanya. Selebihnya masyarakat berzakat tanpa menyebutkan nama mereka. Sebagian besar penyalur zakat masuk generasi milenial baik untuk zakat mal, penghasilan, maupun fitrah.

Ya, Arifin juga menjelaskan kalau baru dua tahun belakangan Baznas menerima pembayaran zakat fitrah. Hal ini juga dipengaruhi oleh perilaku milenial yang suka membayar zakat lewat online termasuk zakat fitrah.

"Baru dua tahun ini kami menerima zakat fitrah karena banyak masyarakat yang nggak sempat bayar di masjid akhirnya mereka menunaikannya di Buka Lapak. Ada kelompok anak muda yang mungkin karena mereka sibuk atau nggak sempat ke masjid jadi lebih suka bayar lewat digital," katanya lagi.



(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading