Tips Mengatur Keuangan dengan Prinsip Syariah

Syariah - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
29 May 2018 08:43
Tips Mengatur Keuangan dengan Prinsip Syariah
Jakarta, CNBC Indonesia - Apakah yang dimaksud dengan perencanaan keuangan syariah? Apa perbedaan dengan perencanaan keuangan pada umumnya?

Pertanyaan seperti di atas cukup banyak dilontarkan pada bulan puasa ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjawab, yang dimaksud dengan perencanaan keuangan syariah adalah ketika proses yang dilakukan dalam mencapai tujuan keuangan tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah dan berorientasi tidak hanya pada dunia tetapi juga akhirat.

Hal-hal seperti apa yang harus diperhatikan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan prinsip-prinsip syariah? Ini tipsnya seperti dilansir dari Situs Resmi OJK, Selasa (29/5/2018).


Mengalokasikan dana untuk zakat, infaq, dan sedekah

Zakat merupakan salah satu dari lima rukun islam yang wajib ditunaikan dan memiliki fungsi sebagai penyucian jiwa dan harta. Begitu pula halnya dengan infaq dan sedekah, namun sifatnya sunnah. Fungsi lain dari zakat, infaq, dan sedekah tentunya adalah untuk membantu fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Pengalokasian dana untuk zakat, infaq, dan sedekah ini harus masuk dalam dana wajib yang dialokasikan setiap bulannya ya.

Meminimalkan utang

Secara syar'i utang piutang boleh dilakukan oleh seorang muslim, baik antara muslim dengan muslim maupun dengan non-Muslim. Namun begitu, Islam menganjurkan untuk tidak berutang kecuali dalam keadaan darurat atau mendesak. Bagi yang memiliki utang, maka melunasinya harus menjadi prioritas utama.

Menyusun tujuan keuangan yang sesuai dengan ajaran Islam

Sebagai contoh, menunaikan ibadah haji adalah suatu kewajiban bagi seorang muslim yang memiliki kemampuan secara finansial, maka prioritas untuk menunaikan ibadah haji harus diutamakan dari keinginan lain yang bersifat duniawi seperti beli mobil, jalan-jalan ke luar negeri, dan lainnya.

Menggunakan produk-produk keuangan dengan prinsip syariah

Dalam mencapai tujuan keuangan, tentunya harus sudah terbiasa menggunakan berbagai produk-produk keuangan seperti tabungan, deposito, asuransi, hingga reksa dana. Nah, sudah saatnya mulai memilih untuk menggunakan produk-produk keuangan dengan prinsip syariah seperti Tabungan Syariah, Deposito Syariah, Asuransi Syariah, Reksa Dana Syariah, dan lain-lain.

Biasakan pola hidup sederhana dan tidak konsumtif

Kesederhanaan adalah awal kebahagiaan, karena hidup sederhana bukan selalu berarti kekurangan, melainkan sebuah cara hidup yang bertujuan untuk menjauhkan diri dari sikap tamak dan serakah. Mulai perilaku hidup hemat dan sederhana, atur pemasukan dan pengeluaran dengan rapi, dan biasakan hanya membeli hal-hal yang dibutuhkan dan tidak bermewah-mewah.

Menyiapkan dana darurat

Sama halnya seperti penyusunan rencana keuangan umum, dana darurat tetap merupakan salah satu hal yang wajib dipenuhi. Selalu ingat untuk menyisihkan sebagian pemasukan untuk dana darurat. Pilihlah lembaga keuangan syariah untuk menempatkan dana darurat ini seperti misalnya tabungan syariah atau melalui bentuk proteksi dan perlindungan lain seperti asuransi syariah.

Dalam menjalani kehidupan, maka masyarakat tidak pernah tahu akan musibah atau bencana yang akan menimpa maka sudah sewajarnya kita selalu berikhtiar dan berusaha untuk melakukan tindakan pencegahan dan berjaga-jaga.

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading