MARKET DATA
Newsletter

Harga Minyak Ambruk, Fed "Galak": Dunia Tunggu 2 Kabar Genting dari AS

Salma Laiqa,  CNBC Indonesia
30 September 2026 06:25
ilustrasi trading
Foto: Pexels

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street melemah pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.

Saham melemah menyusul kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury yang kembali menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 131,59 poin atau 0,26% ke level 51.349,92. Sementara itu, S&P 500 terkoreksi tipis 0,16% ke posisi 7.670,84, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,09% menjadi 26.797,54.

Meski ketiga indeks berhasil ditutup di atas level terendah intraday, semuanya kembali mencatatkan pelemahan selama dua sesi perdagangan berturut-turut.

 

Saham-saham perbankan turut tertekan. JPMorgan Chase, Morgan Stanley, dan Bank of America masing-masing mencatatkan penurunan. State Street Financial Select Sector SPDR ETF (XLF), yang melacak sektor keuangan, juga ditutup melemah.

Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun melonjak hingga melampaui 5,6%, mencapai level tertinggi yang tidak terlihat sejak Juni 2002.

Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun, yang menjadi acuan pasar, sempat menembus 5,29% pada level tertinggi selama perdagangan.

Kombinasi kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi belakangan ini terus menekan pasar saham.

Pada perdagangan Senin, Dow Jones juga anjlok lebih dari 300 poin. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing merosot 0,8% dan 0,9%.

Kenaikan Yield dan Inflasi Tekan Pasar

"Pasar meyakini bahwa inflasi akan turun dan penurunan tersebut akan terjadi melalui kehancuran permintaan" ujar Jeff Klingelhofer, direktur pelaksana sekaligus manajer portofolio di Aristotle Pacific Capital, kepada CNBC International.

"Itulah sebabnya saham melemah dan suku bunga naik. Pasar mulai beralih pada keyakinan bahwa Kevin Warsh, Ketua The Fed, memiliki solusi untuk mengatasi persoalan tersebut," tambahnya.

Kinerja Wall Street September dan Kuartal III

Pergerakan pasar pada Selasa membuat kinerja saham AS beragam, baik secara bulanan maupun sepanjang kuartal III.

Sepanjang September, S&P 500 dan Dow Jones masing-masing telah melemah 0,2% dan 3,5%.

Bagi Dow Jones, penurunan tersebut akan mengakhiri tren kenaikan selama lima bulan berturut-turut.

Sebaliknya, Nasdaq Composite masih mencatatkan kenaikan lebih dari 1% secara bulanan hingga saat ini (month to date/MTD).

Sementara itu, sepanjang kuartal III, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing telah menguat sekitar 2%.

Dow Jones justru terkoreksi hampir 2% selama kuartal ketiga tahun ini.

(slm/slm)


Most Popular
Features