Adu Sentimen Global & Domestik Hari Ini: Dolar Naik, Perang - RUU PFII
Memasuki perdagangan Selasa (21/7/2026), pelaku pasar keuangan Tanah Air akan mencermati sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri.
Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada agenda Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), perkembangan RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), serta kondisi perbankan nasional. Sementara dari luar negeri, pelaku pasar akan mencermati keputusan suku bunga China dan perkembangan geopolitik terbaru di Timur Tengah.
Perang Memanas, Houthi Umumkan Blokade Laut Saudi
Ketegangan di Timur Tengah kembali bertambah setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi.
Mengutip Reuters, kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran menyatakan blokade laut terhadap Arab Saudi berlaku segera. Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara militer Houthi dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin (20/7/2026).
Kelompok tersebut menyebut langkah ini sebagai balasan atas blokade yang selama ini mereka tuduhkan dilakukan Arab Saudi terhadap wilayah Yaman.
Houthi menyatakan embargo maritim terhadap Saudi dilakukan dengan prinsip "mata dibalas mata". Mereka menuding Arab Saudi telah mengepung rakyat Yaman selama hampir 12 tahun, merampas sumber daya, serta memberlakukan blokade terhadap pelabuhan dan bandara melalui jalur darat, laut, dan udara.
Ketegangan ini terjadi setelah Houthi menembakkan rudal ke Arab Saudi pada pekan lalu. Serangan tersebut dilakukan setelah mereka menuduh Saudi membom bandara yang berada di bawah kendali Houthi.
Serangan rudal itu menjadi serangan pertama yang diklaim Houthi terhadap Arab Saudi sejak gencatan senjata informal berlaku pada Maret 2022. Sebelumnya, konflik antara Saudi dan Houthi sempat mereda selama sekitar empat tahun.
Perkembangan ini akan menjadi perhatian pasar karena dapat menambah risiko geopolitik di Timur Tengah. Jika ketegangan meluas ke jalur pelayaran dan fasilitas energi, harga minyak berpotensi kembali bergerak naik dan menambah tekanan bagi negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.
Langkah Houthi diambil di tengah upaya diplomatik antara Teheran dan Washington. Iran mengonfirmasi para mediator telah menyampaikan proposal baru, sementara seorang pejabat Iran mengatakan Teheran menerima usulan gencatan senjata selama 10 hari.
Pakistan juga kembali didorong menjadi mediator. Meski demikian, AS tetap melanjutkan serangan ke Iran, sementara Presiden Donald Trump menegaskan Iran akan "membayar berkali-kali lipat" atas tewasnya personel militer AS.
Harga minyak sempat melonjak setelah pengumuman Houthi, meski kemudian terkoreksi karena harapan tercapainya solusi diplomatik. Penutupan penuh Bab el-Mandeb diperkirakan dapat memangkas sekitar 7% pasokan minyak global, memperburuk gangguan pasokan akibat perang yang sebelumnya telah mengurangi sekitar 10% aliran minyak dunia.
Di medan perang, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim dua kapal tanker minyak meledak di sekitar Selat Hormuz serta melancarkan serangan rudal ke aset militer AS di Yordania, Kuwait, dan Suriah. Ledakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota di Iran, sementara Bahrain dan Kuwait kembali mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menghadapi serangan drone Iran.
Bank Sentral China Tahan Suku Bunga
Bank sentral China kembali mempertahankan suku bunga acuan pinjaman atau Loan Prime Rate (LPR) pada Senin (20/7/2026).
LPR tenor satu tahun tetap berada di level 3%, tidak berubah dari bulan sebelumnya. Sementara itu, LPR tenor di atas lima tahun, yang banyak menjadi acuan bunga kredit pemilikan rumah atau KPR, juga ditahan di level 3,5%.
Keputusan ini menunjukkan bank sentral China masih memilih berhati-hati. Di satu sisi, ekonomi China masih membutuhkan dukungan, terutama untuk mendorong konsumsi, investasi, dan sektor properti. Namun di sisi lain, bank sentral juga perlu menjaga stabilitas yuan dan mengantisipasi risiko dari ketidakpastian global.
LPR sendiri menjadi acuan penting karena mencerminkan biaya pinjaman bagi rumah tangga dan dunia usaha. Jika bunga pinjaman lebih rendah, beban debitur bisa lebih ringan dan ruang untuk konsumsi maupun investasi menjadi lebih besar.
Saat ini, bunga pinjaman baru di China masih relatif rendah. Pada Juni 2026, rata-rata tertimbang bunga kredit baru untuk korporasi berada di sekitar 3%, atau lebih rendah sekitar 20 basis poin dibandingkan setahun sebelumnya.
Sementara itu, bunga kredit perumahan baru untuk individu berada di sekitar 3,1%, relatif tidak banyak berubah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pemerintah China sebelumnya juga menegaskan akan menjalankan kebijakan fiskal yang lebih proaktif dan kebijakan moneter yang cukup akomodatif pada 2026. Sikap ini menunjukkan Beijing masih berupaya menjaga momentum ekonomi di tengah tekanan konsumsi dan sektor properti.
DPR Sepakati RUU PFII Dishkan Hari Ini
Dari dalam negeri, pasar juga akan mencermati perkembangan Rancangan Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Panitia Kerja (Panja) RUU PFII di Komisi XI DPR telah menyelesaikan draf aturan tersebut untuk disepakati bersama pemerintah dan DPR di tingkat I.
Ketua Panja RUU PFII yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Mohamad Hekal mengatakan draf RUU PFII terdiri dari 10 bab dan 73 pasal. DPR rencananya akan mengesahkan RUU tersebut pada sidang paripurna hari ini.
Kehadiran pusat keuangan di Indonesia diharapkan bisa menarik investasi sekaligus memperkuat mata uang rupiah.
"Telah tersusun draf RUU tentang PFII yang secara sistematis disusun dalam 10 bab dan 73 pasal," kata Hekal saat rapat kerja di Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Secara garis besar, RUU ini mengatur pembentukan, kedudukan, tujuan, kegiatan usaha, hingga kelembagaan PFII. Di dalamnya juga terdapat pengaturan mengenai lembaga pengelola, lembaga jasa keuangan PFII, akuntabilitas, hingga pelaporan kepada presiden dan DPR.
RUU PFII juga memuat aturan mengenai lembaga arbitrase dan pengadilan khusus PFII. Kedua lembaga ini disiapkan untuk menangani penyelesaian sengketa dan perkara yang muncul di kawasan PFII.
Selain itu, draf RUU turut mengatur dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk berbagai fasilitas perpajakan dan fasilitas khusus lain bagi pelaku usaha, tenaga ahli, serta pihak yang beroperasi di wilayah PFII.
Fasilitas tersebut mencakup pajak penghasilan, PPN atau PPnBM, kepabeanan, perlakuan perpajakan atas warisan, hingga ketentuan administrasi dan pelaporan.
Bagian lain yang cukup penting adalah kekhususan PFII. Dalam bab ini, RUU mengatur penggunaan bahasa hukum, perizinan, penggunaan valuta asing, serta transaksi keuangan di wilayah PFII.
PFII menjadi perhatian karena pemerintah ingin membangun pusat keuangan internasional di Indonesia. Jika berjalan efektif, kawasan ini diharapkan bisa menarik lebih banyak pelaku usaha, investor, dan aktivitas keuangan global masuk ke dalam negeri.
OJK:Â Perbankan RI Masih Solid
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kondisi sektor jasa keuangan, khususnya perbankan, masih cukup baik. Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan kredit perbankan yang masih tumbuh dua digit.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kredit perbankan tumbuh 11,5%, dengan nilai penyaluran sekitar Rp8.600 triliun.
"Kalau dari OJK, beberapa hal terkait bagaimana kredit tumbuh ya, kredit perbankan tumbuh 11,5%, itu sekitar Rp8.600 triliun," ujar Friderica saat ditemui di Gedung DPR RI usai rapat dengan Komisi XI di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Wanita yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan, koordinasi antara anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yakni Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan, berjalan solid dalam menjaga sektor jasa keuangan.
Selain tumbuh, kualitas kredit dan ketahanan perbankan juga disebut masih berada di level aman. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang tetap terjaga, serta likuiditas perbankan yang masih memadai untuk mendukung ekspansi ke depan.
"Juga tadi disampaikan juga misalnya NPL-nya terjaga," ucapnya.
Meski begitu, OJK mengakui masih ada pekerjaan rumah, terutama terkait akses pembiayaan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kiki mengatakan Komisi XI DPR banyak menyoroti sejauh mana pertumbuhan kredit perbankan benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha kecil.
"Tadi Bapak-Ibu di anggota Komisi XI banyak mempertanyakan tentang kredit UMKM. Jadi ini PR kita semua gimana nanti kredit UMKM bisa tumbuh. Kemudian terkait dengan dukungan terhadap UMKM," sebutnya.
OJK akan terus mendorong sejumlah program strategis untuk memperdalam pasar keuangan dan memperluas jangkauan kredit bagi UMKM.
Data kredit perbankan ini menjadi perhatian karena menunjukkan fungsi intermediasi bank masih berjalan kuat. Namun, pasar juga akan melihat apakah pertumbuhan kredit tersebut bisa lebih merata, terutama ke sektor UMKM, di tengah suku bunga yang masih tinggi.
BI Akan Menggelar  RDG
Bank Indonesia akan memulai Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanannya mulai hari ini, namun keputusan mengenai suku bunga BI baru akan diumumkan pada Rabu (22/7/2027).Â
Kini, pasar akan mencermati apakah BI kembali menaikkan suku bunga atau mulai menahan kebijakan setelah melakukan pengetatan cukup agresif dalam dua bulan terakhir.
BI telah menaikkan suku bunga sebesar total 100 basis poin sejak Mei 2026. Kenaikan terakhir sebesar 25 basis poin dilakukan pada 18 Juni 2026, setelah sebelumnya BI juga menggelar rapat di luar jadwal pada 9 Juni untuk merespons tekanan terhadap rupiah.
Dari sisi harga, inflasi Indonesia terakhir tercatat sebesar 3,34% secara tahunan (yoy) pada Juni 2026, naik dibandingkan bulan sebelumnya. Meski meningkat, inflasi masih berada dalam rentang sasaran BI sebesar 2,5% plus-minus 1%, atau 1,5%-3,5%.
Dengan rupiah yang mulai lebih stabil dan inflasi masih terkendali, BI diperkirakan memilih untuk mengevaluasi dampak pengetatan sebelumnya terhadap perekonomian.
Kenaikan bunga tambahan berisiko memberikan tekanan lebih besar terhadap konsumsi, permintaan kredit, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Jika BI mempertahankan BI Rate di level 5,75%, keputusan tersebut berpotensi menjadi sentimen positif bagi IHSG, terutama saham perbankan, properti, otomotif, dan sektor konsumsi.
Namun, pelaku pasar tetap akan mencermati pernyataan Gubernur BI mengenai arah rupiah, prospek inflasi, dan kemungkinan perubahan kebijakan pada pertemuan berikutnya.
Meski peluang kenaikan bunga dinilai mengecil, BI diperkirakan tetap mempertahankan nada kebijakan yang hati-hati. Risiko lonjakan harga minyak, ketegangan di Timur Tengah, serta perubahan arah kebijakan bank sentral global masih dapat mempengaruhi stabilitas rupiah dan inflasi domestik.
Harga Minyak Menguat, Indeks Dolar Naik Lagi
Harga minyak kembali melonjak seiring ketegangan di Timur Tengah.
Minyak mentah AS (WTI) ditutup naik 0,9% ke US$83,23 per barel, sementara minyak acuan global Brent menguat sekitar 1,3% menjadi US$89,22 per barel.
Kenaikan ini membuat indeks dolar merangkak ek 100,949 atau posisi tertingginya dalam lima hari terakhir. Kenaikan indeks dolar mencerminkan adanya aksi borong dolar yang bisa memicu capital outflow dari Emerging Market seperti Indonesia.
Imbal hasil US Treasury juga merangkaj naik mendekati 6% lagi yang bisa memicu lonjakan imbal hasil SBN.
Emas Kelolaan Bullion bank Tembus 153 Ton
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bank emas (bullion bank) nasional telah mengelola 153 ton emas senilai sekitar US$20 miliar hanya dalam satu tahun sejak diluncurkan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah Indonesia dan menunjukkan kekuatan ekonomi nasional yang mulai diperhitungkan dunia.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026), Prabowo mengatakan pencapaian tersebut layak disebut sebagai prestasi berskala global. Ia bahkan menantang negara lain untuk membandingkan kemampuan bullion bank Indonesia yang mampu mengelola 153 ton emas dalam waktu satu tahun. Bullion bank nasional sendiri diresmikan pada Februari 2025 dan dijalankan oleh PT Pegadaian (Persero) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
(evw/evw) Addsource on Google