Adu Sentimen Global & Domestik Hari Ini: Dolar Naik, Perang - RUU PFII
Dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street melemah pada Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Ursa melemah seiring kenaikan harga minyak yang dipicu oleh eskalasi terbaru aksi militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Indeks S&P turun 0,19% dan ditutup di level 7.443,28, sementara Nasdaq Composite melemah 0,05% ke 25.508,07.
Dow Jones Industrial Average terkoreksi 307,16 poin atau 0,59% menjadi 51.839,26.
Penurunan lebih dari 2% saham Apple menjadi salah satu faktor yang membebani indeks berisi 30 saham unggulan tersebut.
AS melancarkan serangan hari kesembilan berturut-turut ke Iran pada malam sebelumnya. Namun, sentimen investor sempat membaik pada pertengahan pagi waktu London setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, memberi harapan akan adanya penyelesaian diplomatik.
Â
Baghaei mengatakan kepada wartawan bahwa para pihak perantara masih terus bertukar pesan dengan Iran di tengah gelombang terbaru serangan AS.
Ia juga menyebut negosiasi antara kedua negara yang berseteru masih dapat dilanjutkan dengan berlandaskan kepentingan nasional masing-masing.
Meski demikian, harga minyak kembali menguat setelah Presiden Donald Trump menulis di platform Truth Social bahwa Iran akan membayar kematian tiga personel militer AS "berkali-kali lipat."
Minyak mentah AS (WTI) ditutup naik 0,9% ke US$83,23 per barel, sementara minyak acuan global Brent menguat sekitar 1,3% menjadi US$89,22 per barel.
Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi.
"Investor masih menilai Trump tidak memiliki toleransi untuk meningkatkan kehadiran militer AS secara signifikan di Timur Tengah, misalnya dengan mengerahkan pasukan darat. Jika demikian, maka pada akhirnya penyelesaian diplomatik tampaknya tidak dapat dihindari," tulis Adam Crisafulli dari Vital Knowledge, kepada CNBC International.
Sementara itu, saham-saham produsen chip berupaya bangkit setelah mengalami tekanan tajam pada pekan lalu.
Micron Technology memimpin penguatan dengan kenaikan hampir 2%. Astera Labs naik 1,9%, Teradyne menguat 3,5%, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) menguat 1,6%. ETF sektor semikonduktor VanEck Semiconductor ETF (SMH) juga ditutup sedikit lebih tinggi.
"Perdagangan saham semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) saat ini sedang mengalami penyesuaian yang sehat terhadap realitas pasar," kata Presiden Wells Fargo Investment Institute sekaligus Chief Investment Officer Wealth and Investment Management, Darrell Cronk.
"Pelemahan teknikal belakangan ini meningkatkan risiko koreksi yang lebih dalam menuju level support jangka panjang, termasuk rata-rata pergerakan 200 hari." imbuhnya.
Ia menambahkan meski rebound taktis dalam jangka pendek bukan hal yang mengejutkan karena kondisi pasar sudah jenuh jual (oversold), tren kenaikan dalam jangka menengah saat ini telah terganggu.
Ketiga indeks utama Wall Street ditutup di zona merah sepanjang pekan lalu, setelah tekanan pada saham-saham chip membebani sentimen pasar.
ETF semikonduktor SMH bahkan mencatat penurunan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir.
(evw/evw) Addsource on Google