MARKET DATA
Newsletter

Trump Ngamuk! Pemerintah Akan Umumkan Kebijakan Penting, Ada Soal BBM?

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
31 March 2026 06:20
Seorang bekerja di lantai bursa saham New York di Kota New York, AS, 20 Oktober 2025.
Foto: Seorang bekerja di lantai bursa saham New York di Kota New York, AS, 20 Oktober 2025. (REUTERS/Kevin Coombs)

Dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street mayoritas tertekan oleh kenaikan lanjutan harga minyak dan penurunan tajam sektor teknologi, sementara pelaku pasar mengabaikan komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell terkait inflasi.

Indeks S&P turun 0,39%, mencatat penurunan tiga sesi berturut-turut dan ditutup di 6.343,72. Posisi ini sekitar 9% di bawah level penutupan tertingginya. Penurunan dipimpin oleh sektor teknologi yang melemah lebih dari 1%. Sebaliknya, sektor keuangan dan utilitas justru mencatat kenaikan.

Indeks Nasdaq Composite melemah 0,73% ke 20.794,64. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 49,50 poin atau 0,11% ke 45.216,14.

Indeks volatilitas CBOE Volatility Index, yang dikenal sebagai indikator ketakutan Wall Street, sempat menembus level 30 selama sesi perdagangan.

Harga minyak AS juga naik di awal pekan, dengan kontrak berjangka West Texas Intermediate ditutup naik 3,25% ke US$102,88 per barel. Ini adalah penutupan tertinggi sejak 19 Juli 2022.

Sementara itu, Brent crude naik tipis 0,19% ke US$112,78 per barel dan berada di jalur kenaikan bulanan terbesar sepanjang sejarah dengan lonjakan sekitar 55%.

Ketua The Fed, Powell, mengatakan bahwa meskipun harga energi meningkat, ekspektasi inflasi masih terjaga dengan baik dalam jangka menengah-panjang.

Dia juga menyebut bank sentral mungkin pada akhirnya akan menghadapi pertanyaan soal langkah selanjutnya, namun menegaskan bahwa kondisi tersebut belum dihadapi saat ini karena dampak ekonominya belum jelas.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun (US 10-year Treasury) turun setelah pernyataan tersebut. Yield acuan terakhir turun 9 basis poin menjadi 4,35%.

Sementara itu, Presiden Donald Trump memberikan sedikit harapan kepada investor bahwa perang dengan Iran mungkin segera berakhir.

Dalam unggahan di Truth Social pada Senin, ia menyebut AS sedang dalam diskusi serius dengan rezim baru yang lebih rasional untuk mengakhiri operasi militer di Iran, serta menambahkan bahwa kemajuan besar telah dicapai.

Namun, Trump juga memperingatkan bahwa jika kesepakatan damai tidak segera tercapai dan Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali, maka AS akan mengakhiri 'kehadiran indah' di Iran dengan menghancurkan seluruh pembangkit listrik, sumur minyak, dan Pulau Kharg (serta mungkin fasilitas desalinasi), yang selama ini sengaja belum disentuh.

 

Pernyataan ini muncul setelah Trump pada Minggu mengatakan bahwa Teheran telah menerima sebagian besar dari rencana 15 poin AS untuk mengakhiri perang dan menyetujui tambahan 20 kapal minyak untuk melintasi selat tersebut.

"Investor tampaknya sudah terbiasa dengan anomali baru, di mana pasar cenderung melemah pada Kamis dan Jumat, dan menguat pada Senin dan Selasa," kata David Wagner, kepala ekuitas di Aptus Capital Advisors, dikutip dari CNBC International.

Wagner mencatat bahwa dalam 90 hari perdagangan terakhir, imbal hasil kumulatif pasar antara Kamis-Jumat tertinggal sekitar 7% dibandingkan periode Senin-Rabu, dengan hampir seluruh perbedaan terjadi sejak 28 Februari saat perang pecah.

"Ini seperti persiapan menghadapi berita buruk menjelang akhir pekan... investor melakukan lindung nilai dan mengurangi risiko, lalu kembali masuk di awal minggu. Hanya saja, pengurangan risiko ini sekarang terjadi lebih cepat dibanding beberapa minggu sebelumnya," ujarnya.

Wall Street baru saja melewati pekan yang negatif, dengan Dow dan Nasdaq masuk ke wilayah koreksi di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi dapat merugikan ekonomi. Dow, Nasdaq, dan S&P 500 semuanya mencatat penurunan mingguan kelima berturut-turut.

Pasar akan tutup pada hari Jumat dalam rangka memperingati Good Friday, meskipun laporan tenaga kerja bulan Maret tetap dijadwalkan dirilis pada pagi hari tersebut.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google


Most Popular
Features