Jualan Ekspor Loyo: Salah 'Dapur' atau 'Toko'?

Opini - , CNBC Indonesia
06 February 2018 12:02
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 31 Januari mengekspresikan kemarahannya kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution terkait dengan kecilnya nilai ekspor Indonesia dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Sepanjang tahun 2017, Indonesia hanya mampu membukukan ekspor senilai US$ 168,73 miliar, kalah dari Vietnam dan Thailand yang unggul dengan nilai masing-masing sebesar US$ 214,01 miliar dan US$ 215,19 miliar. Sebagai catatan, capaian Thailand bahkan baru sampai bulan November 2017.

Sementara itu, mengutip data dari Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE), hingga bulan November 2017, ekspor Malaysia pada periode yang sama menembus RM 856,05 miliar, atau sekitar US$ 219 miliar.


Melihat data itu, Presiden bahkan sempat mengancam akan membubarkan International Trade Promotion Center (ITPC) karena dinilai gagal meningkatkan pasar dan nilai ekspor Indonesia, meski menyedot dana negara yang tidak sedikit.

Apakah kemarahan presiden ini tepat sasaran? CNBC Indonesia berupaya mengupas lebih dalam mengapa nilai ekspor Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga, dengan melihat kembali struktur ekspor Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. (ags)
1 dari 4 Halaman
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading