Impor RI US$24,24 M, Melonjak 18,41% di September 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia mencapai US$24,24 miliar pada September 2026. Angka tersebut melonjak 18,41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengungkapkan, kenaikan impor terjadi baik pada kelompok migas maupun nonmigas. Namun, impor nonmigas menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan impor tahunan.
"Pada September 2026, total impor mencapai US$24,24 miliar atau meningkat 18,41% dibandingkan September 2025," ujar Ateng dalam konferensi pers bulanan BPS, Senin (2/11/2026).
Ateng merinci, nilai impor migas tercatat sebesar US$3,27 miliar, meningkat 23,94% secara tahunan.
Sementara itu, impor nonmigas mencapai US$20,96 miliar atau tumbuh 17,59% dibandingkan September 2025.
Dari sisi kontribusi, peningkatan impor nonmigas memberikan andil sebesar 15,33% terhadap kenaikan total impor Indonesia pada September 2026. Berdasarkan golongan penggunaan barang, seluruh kelompok impor mengalami peningkatan secara tahunan pada September 2026.
Kenaikan paling tinggi terjadi pada kelompok bahan baku atau penolong yang selama ini menjadi komponen penting dalam aktivitas produksi industri.
Ateng menyebutkan, impor bahan baku dan penolong meningkat 24,65% dibandingkan September 2025. Kelompok ini juga menjadi penyumbang terbesar terhadap kenaikan impor dengan andil sebesar 16,61%. Selanjutnya, impor barang konsumsi meningkat 15,98% secara tahunan.
Adapun impor barang modal tercatat naik 1,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari catatan BPS, peningkatan impor pada ketiga kelompok penggunaan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan impor September 2026 terjadi di seluruh kategori barang berdasarkan penggunaannya.
Secara kumulatif, nilai impor Indonesia Januari-September 2026 mencapai US$210,63 miliar, naik 19,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut BPS, nilai impor migas mencapai US$ 32,57 miliar atau naik 37,35% dan impor nonmigas US$ 178,06 miliar atau naik 16,92% per September 2026.
"Jika dilihat menurut penggunaan secara kumulatif peningkatan impor naik di seluruh kelompok," kata Ateng.
(haa/haa)