MARKET DATA

Impor Barang Konsumsi RI Melonjak Drastis, Paling Banyak Buah-buahan!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
02 June 2026 13:55
Sejumlah alat berat mengangkut muatan kontainer produk ekspor-impor di Terminal 3 IPC TPK Tanjung Priok, Senin, (8/7/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Sejumlah alat berat mengangkut muatan kontainer produk ekspor-impor di Terminal 3 IPC TPK Tanjung Priok, Senin, (8/7/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan impor pada periode April 2026 sebesar 22,49% (year on year/yoy) menjadi US$25,2 miliar.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menjelaskan lebih rinci, impor barang konsumsi naik 42,90% pada April 2026, dari US$ 1,70 miliar pada April 2025 menjadi US$ 2,43 miliar.

"Impor konsumsi naik 42,90%, didorong buah naik 109,32%," ungkap Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026)

Impor Bahan Bakar Mineral (BBM) juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 164,7% dan makanan olahan naik 47,9%.

Sementara itu, barang modal naik 5,64% dari US$ 3,91 miliar menjadi US$ 4,13 miliar. Adapun untuk bahan baku atau penolong, yang menjadi barang impor terbesar Indonesia, mengalami peningkatan 24,56% pada April 2026 dari US$ 14,97 miliar menjadi US$ 18,55 miliar.

"Optik, cinematografi, dan medis naik 50,36%. Mesin peralatan mekanis naik 4,0% dan mesin elektrik naik 7,30%," jelasnya.

Secara kumulatif, impor Indonesia pada periode Januari-April 2026 mencapai US$ 86,51 miliar atau naik 13,40% dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 76,29 miliar.

(ras/mij) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Surplus Neraca Dagang RI Susut Jadi US$90 Juta, Ini Penyebabnya


Most Popular
Features