8 Photos
Desa di Bogor Ini Jadi Raja Telur Ayam, Sehari Bisa Hasilkan 950 Butir
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mulai mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Pekerja mengumpulkan telur ayam di peternakan yang dikelola oleh BUMDes Kuntum Mekar, Desa Waringinjaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026). BUMDes yang bergerak di sektor peternakan ayam petelur itu menghasilkan 950 hingga 900 butir telur per hari dalam rangka penguatan ketahanan pangan masyarakat sekaligus peningkatan ekonomi desa. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mulai mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
BUMDes tersebut baru berdiri pada tahun 2025 dan langsung menjalankan program pengembangan ternak ayam petelur dengan jumlah awal sebanyak 1000 ekor ayam petelur. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
“BUMDes ini baru pertama kali melakukan pengisian sebanyak 1000 ekor ayam petelur. Program ini bersumber dari Dana Desa tahap dua tahun 2025,” ujarnya salah satu petugas BUMDes. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Petugas menjelaskan, meski baru pengisian awal pada 22 Juli 2025, hasil produksi telur mulai menunjukkan perkembangan positif. Pada awal produksi, hasil telur mencapai sekitar 15 kilogram, dan kini sudah meningkat menjadi 40 hingga 50 kilogram per hari. “Alhamdulillah, sekarang per hari sudah bisa menghasilkan sekitar 40 sampai 50 kilogram telur, atau setara lebih dari dua peti,” katanya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Program ini merupakan bagian dari upaya desa dalam menggali potensi lokal sesuai dengan arah kebijakan pembangunan nasional, agar desa tidak terus bergantung pada anggaran pemerintah pusat maupun provinsi. “Desa harus bisa mandiri dengan menggali potensi yang ada untuk meningkatkan pangan" tambahnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Dalam operasionalnya, kebutuhan pakan untuk 1000 ekor ayam mencapai sekitar 40 hingga 45 kilogram per hari. Namun demikian, harga pakan mengalami kenaikan sekitar Rp400 per kilogram dalam beberapa waktu terakhir. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Meski demikian, bahwa keuntungan dari usaha tersebut masih dalam tahap penyesuaian, mengingat produksi telur yang belum maksimal dan biaya operasional yang masih tinggi. “Untuk laba sudah ada, tapi masih digunakan untuk menutup biaya operasional sebelumnya. Saat ini produksi masih terus meningkat dan sudah mulai menutup kebutuhan pakan harian,” jelasnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Ia juga menyebutkan bahwa risiko kematian ternak masih dalam batas wajar. Dari total 1000 ekor ayam, tercatat hanya empat ekor yang mati sejak awal pengisian. “Risiko pasti ada, tapi sejauh ini masih terkendali. Dari awal sampai sekarang baru empat ekor yang mati,” tambahnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Dengan perkembangan yang mulai menunjukkan hasil positif, Pemerintah berharap program BUMDes ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi desa serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)