MARKET DATA

Mentan Amran Hadir di Tengah Peternak, Turun Tangan Selesaikan Masalah

Umi Zakiyatun,  CNBC Indonesia
05 November 2026 16:48
Dok Kementerian Pertanian
Foto: Dok Kementerian Pertanian

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran terus menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah hadir di tengah peternak, mendengarkan persoalan mereka, serta memberikan solusi nyata. Karena itu, pemerintah bukan hanya mendengar, tetapi juga harus memastikan ada solusi yang dapat dirasakan langsung di lapangan ketika peternak menyampaikan persoalan.

Hal tersebut tercermin dalam pertemuan Amran dengan peternak ayam petelur dalam kegiatan Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro melalui Pembelian Telur Ayam dan Penyaluran Jagung SPHP di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, para peternak menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi. Mulai dari tingginya harga jagung, harga telur yang tertekan, pasokan jagung SPHP yang belum selalu lancar, hingga kekhawatiran terhadap keberlanjutan usaha peternak rakyat. Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni Asuti mengatakan, keberadaan jagung SPHP sangat membantu peternak di tengah kenaikan harga jagung di pasaran.

Menurut Yesi, harga jagung di luar SPHP terus meningkat, dari sekitar Rp7.000 per kilogram menjadi Rp7.400, hingga mencapai Rp7.800-Rp7.900 per kilogram. Sementara itu, jagung SPHP dapat ditebus peternak melalui Bulog dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram.

Karena itu, Yesi berharap penyaluran jagung SPHP dapat berjalan lebih lancar dan berkelanjutan agar peternak memiliki kepastian pasokan pakan.

"Ke depan kami meminta, memohon semoga penyaluran SPHP itu menjadi lebih lancar supaya kami mendapatkannya dan bisa kami berikan kepada ayam-ayam kami," ujarnya.

Persoalan serupa disampaikan Ketua Koperasi Anjuk Ladang Makmur Kabupaten Nganjuk, Zainuddin. Koperasi ini memiliki sekitar 75 anggota dengan populasi sekitar 250 ribu ekor ayam dan produksi telur rata-rata mencapai 15 ton per hari.

Menurutnya, tingginya harga jagung dan pakan pabrikan menjadi beban besar bagi peternak. Harga jagung di pasar disebut telah mencapai Rp7.800 per kilogram, sedangkan jagung SPHP sekitar Rp5.500 per kilogram.

"Dengan jagung SPHP hanya Rp5.500 per kilogram, ini sangat membantu kami selaku peternak," ujarnya.

Selain persoalan pakan, Zainuddin juga berharap harga telur dapat dijaga agar seimbang dengan biaya produksi yang mereka keluarkan.

Harapan keberlanjutan program juga disampaikan Eti Marlina, Koordinator Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri BKTMT yang mencakup Blitar, Kediri, Tulungagung, Malang, dan Trenggalek.

Eti menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Mentan Amran, Perum Bulog, dan seluruh jajaran atas penyaluran jagung SPHP melalui SK-1, SK-2, dan SK-3 yang telah membantu peternak mikro dan kecil.

"Kami berharap untuk di tahun 2027 tetap ada penyaluran jagung SPHP dan seterusnya," ujar Eti.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam membangun kerja sama penanaman jagung antara koperasi peternak dengan kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Melalui skema tersebut, petani menanam jagung dan hasilnya dibeli koperasi peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan. Jika produksi berlebih, hasilnya dapat diserap Bulog.

"Ekosistem yang terbentuk ini sangat baik karena kami membutuhkan jagung. Kalau ditanam bersama, nanti petani yang menanam melalui gapoktan dan akan dibeli oleh koperasi kami. Dan apabila koperasi kami nanti sudah berkecukupan, itu bisa dibeli oleh Perum Bulog," jelas Eti.

Menurutnya, pola tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang karena petani memperoleh kepastian pasar, sedangkan peternak memiliki sumber pasokan jagung yang lebih terjamin.

Amran menegaskan, pemerintah tengah membangun ekosistem jagung dari hulu hingga hilir. Petani jagung dan peternak akan dihubungkan dalam satu rantai usaha melalui koperasi.

"Petani jagung dengan peternak satu kesatuan membentuk koperasi. Diberikan benih gratis dari pemerintah, setelah tumbuh juga pompa dengan alsintan, sesuai kemampuan APBN kita," ujar Amran.

Setelah panen, jagung tersebut dibeli koperasi peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan. Apabila terdapat kelebihan produksi, Bulog akan menyerap dan menyimpannya sehingga dapat dimanfaatkan kembali ketika peternak membutuhkan.

"Sehingga tidak terjadi lagi ke depan nanti kekurangan pakan dari jagung," tegasnya.

Selain menyiapkan solusi jangka panjang, pemerintah juga memastikan persoalan mendesak di lapangan segera ditangani. Amran sebelumnya telah meminta jajarannya mempercepat pelayanan jagung SPHP kepada peternak yang membutuhkan.

Bagi peternak, respons cepat tersebut menjadi penting karena persoalan pakan berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha. Mereka tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan tersebut benar-benar berjalan.

Amran mengatakan, pemerintah akan terus mendengar dan menyelesaikan persoalan yang disampaikan petani maupun peternak. Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh menghindar ketika masyarakat datang membawa persoalan.

"Kalau ada petani berteriak dalam bentuk demo atau sendiri, tidak pernah kami menghindar. Pasti kami temui. Kami sebagai bapaknya harus bertanggung jawab di dunia. Jangan di akhirat nanti baru ditagih," ujar Amran.

Ia menegaskan, berbagai langkah pemerintah, mulai dari menjaga pasokan jagung SPHP, memperkuat penyerapan hasil petani, membangun ekosistem jagung-peternak, hingga memastikan persoalan peternak ditindaklanjuti, merupakan bagian dari menjalankan arahan Presiden Prabowo.

"Ini bukan hanya soal jagung. Ini soal bagaimana kita hadir dan menyelesaikan masalah petani dan peternak. Kita jalankan karena ini perintah Presiden," tegas Amran.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan arahan tersebut benar-benar dirasakan sampai ke tingkat petani dan peternak, bukan hanya berhenti sebagai kebijakan di atas kertas.

"Yang bagus tidak pidato, tapi ada bantuan," pungkas Amran.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Amran Respons Cepat Tolong Nasib Peternak Ayam, Keluarkan Perintah Ini


Most Popular
Features