Amran Respons Cepat Tolong Nasib Peternak Ayam, Keluarkan Perintah Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman meminta Perum Bulog dan ID Food menyerap telur peternak senilai Rp30 miliar. Langkah darurat ini disiapkan untuk membantu peternak yang menghadapi tekanan harga dan kelebihan pasokan telur.
Amran mengatakan, pemerintah menyiapkan tiga langkah untuk mengatasi persoalan tersebut, mulai dari penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan pabrik pengolahan telur menjadi tepung telur, hingga penyerapan oleh Bulog dan ID Food.
"Pertama MBG menyerap, kami sudah bicara dengan Kepala BGN. Yang kedua adalah jangka panjang itu membangun pabrik pengolahan telur, tepung telur," kata Amran dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
"Yang ketiga, untuk darurat kami minta ID Food dengan Bulog menyerap. Nilainya Rp30 miliar, itu nggak masalah. Bulog sanggup dengan ID Food. Jadi kami minta bergerak mulai sekarang," sambungnya.
Menurut Amran, penyerapan darurat diperlukan sambil pemerintah membangun sistem yang lebih terintegrasi untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak. Langkah tersebut diambil Amran untuk menjawab keluhan para peternak rakyat, yang mana harga jual telur masih berada di bawah biaya produksi.
Sekretaris Koperasi Produsen Peternak Sumedang Raya, Ikhwan, mengatakan peternak di Jawa Barat telah mengalami kerugian selama tujuh bulan terakhir.
"Sudah 7 bulan kita rugi hampir kurang lebih Rp4.000 per kg," ujar Ikhwan saat ditemui di Kantor Kementan.
Ia menyebut harga pokok produksi (HPP) telur berada di kisaran Rp24.000 per kilogram, sedangkan harga jual di tingkat peternak di Jawa Barat sekitar Rp20.000 per kilogram. Dengan selisih tersebut, peternak menanggung kerugian sekitar Rp4.000 per kilogram.
Tekanan usaha itu juga membuat jumlah peternak yang bertahan semakin berkurang. Ikhwan mengungkapkan, dari sekitar 100 anggota koperasi yang tersebar di 10 kabupaten di Jawa Barat, kini hanya tersisa sekitar setengahnya.
"Betul, tinggal sisa setengahnya anggota koperasi kami," katanya.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Amran Sulaiman saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (27/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Amran Sulaiman saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (27/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) |
Selain harga jual yang rendah, Ikhwan menyoroti persoalan kelebihan pasokan telur dan tingginya biaya bahan baku pakan. Ia menilai, kondisi tersebut perlu ditangani bersamaan agar usaha peternak kembali berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi program pemerintah berupa Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan ternak, serta pengadaan bahan baku pakan melalui ID Food. Namun, menurutnya, ketersediaan jagung subsidi masih menjadi persoalan karena peternak harus bersaing dengan industri pakan untuk memperoleh pasokan.
"Ya, yang disubsidi pemerintah hari ini tuh ada jagung. Yang harga di pasaran itu kan sampai Rp8.000 per kilogram. Di pemerintah disubsidi menjadi Rp5.500 per kilogram lewat Bulog," ujar Ikhwan.
Ia berharap pemerintah tidak hanya membantu penyerapan telur, tetapi juga memastikan pasokan jagung tersedia dan membenahi rantai usaha peternakan dari hulu hingga hilir.
(wur) [Gambas:Video CNBC]